"Ketua Umum (Anas) tentu memiliki pertimbangan khusus (meminta Golkar-PKS keluar)," kata politisi senior Partai Demokrat, Syarief Hasan, kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin petang (26/2) di Bandara Hassanuddin Makassar.
Tapi dia mengingatkan, perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II merupakan hak prerogatif Presiden SBY. Namun, pembelotan dua partai koalisi dan permintaan Anas itu bisa jadi salah satu referensi SBY dalam merombak formasi pembantunya.
"Ya itu (pembelotan Golkar-PKS) bisa jadi salah satu referensi Pak SBY. Seperti permintaan Ketua Umum (Partai Demokrat), bisa juga jadi salah satu referensi," tandas Menteri Koperasi dan UKM ini.
[ono]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: