"Silakan buktikan bahwa saya menerima suap dari siapa, kapan. Buktikan saja. Kalau itu terbukti saya akan kelaur DPR. Masak saya disuap," katanya sambil tertawa saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 24/2).
Lily menjelaskan, dirinya mendukung hak angket pajak karena instrumen politik ini lebih bisa digunakan untuk membongkar jaringan mafia pajak di Direktorat Jenderal Pajak. Tak cukup hanya dengan panitia kerja.
"Jadi hak angket bukan ke arah pemakzulan, belum tentu. Inilah instrumen yang paling pas untuk membongkar
black hole soal pajak," tegasnya.
Soal PKB yang menolak hak angket pajak dan bergabung dengan Partai Demokrat, baginya bukan hal aneh. Sejak dulu PKB memang setia pada partai penguasa itu. Mengenai mengapa Cak Imin menuduh dirinya mungkin disuap, Lily punya jawaban.
"Mungkin, ini mungkin ya, orang itu kan mereflesikan sesuatu berdasarkan pengalaman dirinya sendiri. Makanya kan orang sering bilang, kalau kita ngaca dulu," jawabnya sambil tertawa.
[zul]
BERITA TERKAIT: