Sebagai sesama inisiator, Syarifuddin Sudding mengaku kecewa dengan keputusan tiga inisiator tersebut. Karena kalau mereka konsisten, hak angket akan diterima. Pasalnya, perbedaan suara menerima dan menolak tadi malam hanya selisih dua suara.
"Kalau dibilang rasa kecewa, ya kecewa dari awal kita sama-sama satu pemahaman, tapi dalam hal pengambilan keputusan beda. Walaupun kecewa saya menghargai perbedaan pendapat, itu hal yang wajar. Masyarakat bisa memberikasatu penilaian sikap politik yang kita ambil," kata anggota Komisi III DPR ini kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/2).
Selain itu, politisi Hanura ini juga memahami bahwa ada desakan dari masing-masing partai untuk ikut dalam barisan partai, meski hak angket merupakan hak anggota Dewan. Makanya, dia menghargai Ahmad Yani yang memilih tidak hadir karena pilihan politik PPP berbeda dengan hati nuraninya.
[zul]
BERITA TERKAIT: