Ketua DPP Hanura Fuad Bawazier mendedahkan, penolakan pembentukan Panitia Khusus Pajak pertama mengindikasikan jaringan mafia pajak kuat baik di pemerintah maupun DPR.
"Kedua, oartai penolak Angket Pajak
takut kursinya di kabinet kena
reshuffle (PPP, PAN dan PKB) sedangkan
Gerindra sedang bermimpi masuk kabinet?. Ketiga ikut bermainnya perusahaan-perusahaan pengemplang pajak untuk menggagalkan Angket Pajak karena takut permainan kotornya
terbongkar," kata Fuad dalam pesan singkat yang diterima
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 23/2).
Lanjut mantan menteri keuangan itu, kekalahan dalam mengusulkan penggunanaan hak angket ini akan menjadi boomerang bagi pengusul. Karena mereka yang mendukung Hak Angket Pajak harus bersiap-siap
menghadapi pemeriksaan pajak baik pribadi maupun perusahaannya.
"Tidak usah takut. Kini saatnya kembali fokus pada hak menyatakan pendapat atas skandal Bank Century, sama juga memerangi mafiakan? Orang yang dilawan juga itu-itu lagi," tutupnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: