Sasmita menuding, partai pengusul, terutama Partai Demokrat tidak menunjukakn sikap amanah tapi hanya berpolitik untuk kepentingan sesaat agar situasi politik tidak jadi lebih parah. Karena menurutnya, bila hak angket digunakan, para pengemplang pajak dan pejabat yang terlibat akan dibongkar dan itu tidak menguntungkan bagi pemerintahan SBY karena menyangkut orang-orang terdekatnya.
"Karena sulit bagi pemerintah untuk menghindari mafia pajak yang nanti ditemukan itu ternyata orang-orang terdekat di lingkngan SBY. Saya sudah buka indikasi patut diduga Menteri Ekonomi saat itu Boediono yang menggagalkan kewajiban pajak Bank Mandiri sebesar Rp 2,2 triliun tahun 2003," kata Sasmita kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/2).
Tak hanya itu, Sasmita juga menyimpan data mafia pajak lainnya dengan jumlah yang sangat besar. Karena menurutnya, kasus Gayus Tambunan ini hanya kecil dan dijadikan untuk menutupi kasus besar lainnya.
"Tapi ada secercah harapan di Senayan dengan perbandingan hanya dua suara, mendukung 266 dan menolak 264 suara. Berarti masih ada yang ingin membongkar kasus pajak ini," demikian Sasmita.
[zul]
BERITA TERKAIT: