"Kita masih
wait and see. Kemana ini tujuanya, untuk apa ini. Kita tidak menghadang, tapi juga tidak mendorong. Kalau jadi, ayo. Kalau tidak, juga tidak apa-apa," kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, Ray Rangkuti, kepada
Rakyat Merdeka Online malam ini (Selasa, 22/2).
Ray melihat ada dua hal yang menyebabkan mengapa para aktivis tidak begitu bersemangat. Pertama, inisiator hak angket pajak kurang mensosialisasikan gagasan mereka kepada masyarakat. Kedua, rencana pembentukan Panitia pansus pajak terkesan agak politis.
"Awalnya akan diajukan Demokrat. Asumsi kita, tujuannya untuk mengetahui apakah Ical (Aburizal Bakrie) terlibat penggelapan pajak. Tapi kemudian, dia (Demokrat) sendiri yang mundur. PKS, Golkar, dan PDI Perjuangan maju terus. Jadi kita masih membaca lah," ujarnya.
Meski begitu, Ray tetap memandang hak angket ini penting untuk membongkar mafia perpajakan. Tapi, dia mengakui, aktivis antikorupsi memiliki bayangan yang buruk dengan berkaca pada hasil Pansus Centurygate. "Kasus Century sudah dinyatakan DPR ada pelanggaran. Tapi DPR tidak mau melanjutkan ke hak menyatakan pendapat. Makanya kita agak hati-hati melihatnya," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: