Aktivis Antikorupsi Tak Semangat Hadapi Debat Angket Pajak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 22 Februari 2011, 20:17 WIB
Aktivis Antikorupsi Tak Semangat Hadapi Debat Angket Pajak
ray rangkuti/ist
RMOL. Aktivis antikorupsi tidak begitu antusias menyambut perdebatan di lantai rapat paripurna DPR yang membahas usul penggunaan hak angket dalam menyelidiki kasus-kasus perpajakan. Sikap ini berbeda dibandingkan saat menghadapi pedebatan untuk membentuk Pansus Centurygate.

"Kita masih wait and see. Kemana ini tujuanya, untuk apa ini. Kita tidak menghadang, tapi juga tidak mendorong. Kalau jadi, ayo. Kalau tidak, juga tidak apa-apa," kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, Ray Rangkuti, kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Selasa, 22/2).

Ray melihat ada dua hal yang menyebabkan mengapa para aktivis tidak begitu bersemangat. Pertama, inisiator hak angket pajak kurang mensosialisasikan gagasan mereka kepada masyarakat. Kedua, rencana pembentukan Panitia pansus pajak terkesan agak politis.

"Awalnya akan diajukan Demokrat. Asumsi kita, tujuannya untuk mengetahui apakah Ical (Aburizal Bakrie) terlibat penggelapan pajak. Tapi kemudian, dia (Demokrat) sendiri yang mundur. PKS, Golkar, dan PDI Perjuangan maju terus. Jadi kita masih membaca lah," ujarnya.

Meski begitu, Ray tetap memandang hak angket ini penting untuk membongkar mafia perpajakan. Tapi, dia mengakui, aktivis antikorupsi memiliki bayangan yang buruk dengan berkaca pada hasil Pansus Centurygate. "Kasus Century sudah dinyatakan DPR ada pelanggaran. Tapi DPR tidak mau melanjutkan ke hak menyatakan pendapat. Makanya kita agak hati-hati melihatnya," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA