PAJAK-CENTURY

Golkar Nilai KPK Sama Dengan Demokrat, Maju Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 18 Februari 2011, 22:37 WIB
Golkar Nilai KPK Sama Dengan Demokrat, Maju Mundur
FUAD MASYHUR/IST
RMOL. Apakah ada persamaan antara Partai Demokrat dan Komisi Pemberantasan Korupsi? Jawabannya ada. Persamannya terletaknya pada sikap dua lembaga tersebut yang maju mundur.

Ketua DPP Partai Golkar Fuad Masyhur mengatakan, dalam kasus bailout Bank Century, KPK merupakan lembaaga pertama yang meminta Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan audit investigatif. Hasil audit BPK ini yang jadi landasan DPR untuk membentuk Pansus Hak Angket Centurygate.

"Tapi setelah dilakukan audit investigatif dan ditemukan ada sejumlah pelanggaran, KPK sampai hari ini malah masih mengatakan belum menemukan ada indikasi korupsi. Ini gimana," kata Fuad kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 18/2).

Bagaimana dengan Demokrat? Dia menjelaskan, Partai Demokrat pertama kali mengusulkan pembentukan Panitia Khusus Hak Angket Pajak. Usulan itu kemudian disambut baik oleh Partai Golkar. Namun, belakangan, Partai Demokrat menarik diri dengan alasan DPR sudah membentuk Panja Perpajakan.

"Kenapa dari awal saja tidak mengusulkan. Jangan sampai Demokrat seperti KPK maju mundur. Begitu disambar orang, mundur. Golkar akan tetap maju. Karena kalau mundur, Golkar akan dianggap berkolusi. Ini juga untuk membuktikan tidak ada politik sandera di Golkar. Selama ini ada opini Demokrat tersangkut Century, Golkar pajak Gayus. Kita ingin katakan, itu tidak ada. Makanya persoalan pajak ini harus diusut," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA