Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri, Julian Aldrin Pasha mengatakan, krisis politik di Mesir dan Tunisia tidak akan menjalar ke Indonesia.
“Sampai saat ini kita tidak meÂlihat ada tanda-tanda bahwa apa yang terjadi di Mesir dan Tunisia menjalar ke Indonesia,†ujarnya kepada Rakyat Merdeka, seusai acara Promosi Doktor MuhamÂmad Dahrin La Ode di UniÂversitas Indonesia (UI), Depok, kemarin.
Sebelumnya bekas Wakil PreÂsiden Jusuf Kalla (JK) mengaÂtakan, krisis politik di Mesir dan Tunisia bisa menjalar ke IndoÂnesia.
“Ada tiga hal yang menyebabÂkan munculnya perlawanan rakÂyat, yaitu jika negeri itu kebeÂbaÂsannya kurang dan tidak demoÂkraÂtis. Juga jika negeri itu korup dan ada masalah ekonomi,†ujarnya.
Menurutnya, Indonesia memiÂliki kebebasan yang luar biasa. NaÂmun, kalau muncul KKN, meÂningÂkatnya pengangguran dan kemiskinan atau gejolak pangan, itu bisa terjadi (menjalar) seperti di Mesir.
Julian Aldrin Pasha selanjutnya mengatakan, situasi di Mesir tentu berbeda dengan Indonesia. Di sini terjadi kebebasan demoÂkrasi. Begitu juga keamanannya baik, termasuk perbaikan ekoÂnomi.
“Saya kira tidak akan terjadi seperti di Mesir dan Tunisia. KonÂdisinya sangat berbeda kok,’’ ujarnya.
Berikut kutipan selengkapnya:Apakah ada alasan lainnya, sehingga Anda yakin gejolak di Mesir dan Tunisia tidak akan menjalar ke Indonesia? Sektor ekonomi dan keuangan tidak rawan. Tidak mengkhaÂwatirÂkanlah. Begitu juga segi politik, dan Hankam, kondisinya cukup stabil. Jadi, tidak ada alaÂsan kejadian di Mesir dan Tunisia terjadi di Indonesia.
Artinya pemerintah tidak khaÂwatir ya?Ya, seperti yang saya bilang tadi, situasi politik, ekonomi, dan rasa aman aman masyarakat maÂsih terkendali. Indonesia adalah negara besar, variatif dari sisi etnis, tapi kita punya social capiÂtal yang kuat yakni kebersamaan.
Masyarakat Indonesia yang multi etnis, dan multi budaya tentu saja sepakat pada empat piÂlar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan BhiÂneka TungÂgal Ika.
Empat pilar ini bukan suatu hal yang dipaksakan seÂcara vertikal oleh peÂmerintah. Tapi itu adaÂlah keseÂpaÂkatan kita, pada saat neÂÂgaÂra ini dibentuk oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan lainnya. Itulah yang menÂjaÂdiÂkan kita tetap kuat sampai seÂkarang.
Apa peÂmerintah tidak meliÂhat jeritan masyarakat saat ini seperti diÂlonÂtarkan sejumlah tokoh? Rakyat Indonesia dan pemeÂrinÂtah sama-sama tidak menginginÂkan adanya kerusuhan seperti di Mesir dan Tunisia. Krisis seperti itu sudah dialami Indonesia tahun 1998, akibat dampak krisis finanÂsial global. Tapi situasi itu jelas berbeda dengan kondisi saat ini.
Kita tahu bahwa iklim yang lebih terbuka dan bebas menjadi lebih demokratis. Justru ini memÂberikan ruang pada setiap warga negara untuk memberikan hak pendapat mereka. Dan itu sudah tersalurkan dengan baik. Jadi, saya percaya tidak mungkin akan terjadi gejolak politik seÂperti di Mesir.
Tapi banyak kalangan meniÂlai kinerja pemerintah saat ini kuÂrang berhasil, bagaimana koÂmentar Anda?Memang sebagian masyarakat memandang kinerja pemerintah belum optimal. Tapi saya menyaÂdari, ada yang perlu diperbaiki terhadap kinerja kabinet. Tentu ini merupakan pekerjaan rumah dan tantangan pemerintah.
Kita tahu memang banyak hamÂbatan dan ketertinggalan, tapi pemerintah senantiasa berusaha untuk memperbaiki kinerja atas prestasi mereka untuk mencapai tujuan mensejahterakan rakyat.
Berarti kinerja pemerintah gaÂgal dong?Tidak benar kalau pemerintah dikatakan gagal total. Sebaliknya, pemerintah pun tidak pernah mengklaim bahwa kinerjanya seÂpenuhnya berhasil atau sepenuhÂnya bisa menyelesaikan hal-hal yang menjadi target selama ini.
Karena ini masih di tengah proÂses dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki kinerja peÂmeÂrintah. Kita berharap agar masyarakat juga bisa bersabar, karena pemerintah akan menguÂpayakannya.
Apa yang terjadi di Mesir bisa diambil hikmahnya untuk belajar membangun bangsa. Kerusuhan seperti itu tidak pernah diharapÂkan negara manapun.
JK berpendapat, bila KKN tetap marak, pengangguran meÂningkat, dan kemiskinan tetap banyak, terjadi gejolak pangan, sehingga bisa terjadi gejolak seÂperti di Mesir, bagaimana koÂmenÂtar Anda?Saya kira apa yang disampaiÂkan Pak Jusuf Kalla itu bersifat mengingatkan saja, bukan meÂnyaÂtakan bahwa terjadi kerusuÂhan seperti di Mesir. Tapi bagaiÂmana kita mengantisipasi agar tidak terjadi seperti itu. Kita kan tahu, kalau terjadi kerusuhan tiÂdak ada untung dan positifnya bagi masyaÂrakat. Pengorbanan seperti itu suatu yang sangat mahal.
Bagaimana tanggapan PreÂsiden terkait dengan pernyaÂtaan JK itu?Presiden belum menanggapi soal komentar Jusuf Kalla itu. Beliau hanya mendengar dan memÂbaca dari koran tentang perÂkataan Jusuf Kalla tersebut.
Menurut pandangan pribadi saya lebih kepada kehati-hatian terhadap kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, bilamana kita tidak mengantisipasi. Tapi itu bukan berarti akan menular.
[RM]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: