Sebelumnya Judith mengataÂkan, dia diutus Presiden AS BaÂrack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton agar meÂngunjungi Candi Borobudur.
“Ini demi mempererat huÂbungan
people to people,†ujarÂnya kepada wartawan di Candi Borobudur, kemarin.
Michael Tene selanjutnya mengatakan, kehadiran Wamenlu AS di Candi Borobudur tentu membawa sinyal positif bagi pariwisata. Sebab, itu pertanda Yogyakarta sudah layak dikunÂjungi lagi setelah meletusnya Gunung Merapi.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa komentar Anda terhaÂdap Kedatangan Wakil MenÂteri Luar Negeri Amerika SeriÂkat Judith A McHale yang mengunÂjungi Candi Borobudur?Memang ada kunjungan dari delegasi Amerika Serikat Judith, rencana sebenarnya untuk mengÂhadiri Forum Demokrasi Bali. Sekaligus yang bersangkutan juga berkunjung ke Candi BoroÂbudur.
Jadi, tentunya dari kita meÂnyambut baik siapapun yang ingin datang mengunjungi Candi Borobudur. Karena Candi BoroÂbudur itu kan salah satu puncak budaya Indonesia dan pusat pariwisata.
Apa betul AS akan memberi banÂtuan untuk restorasi dan pemÂÂbersihan Candi BoroÂbuÂdur?Yang saya baca di berita seÂperti itu. Katanya ingin memberi banÂtuan. Tentunya seperti yang saya bilang tadi, kita menyambut baik pihak-pihak yang ingin memÂbantu. Selama bantuan itu sesuai dengan apa yang kita perlukan.
Nanti bantuannya seperti apa?Saya belum tahu. Karena mereka juga baru akan memperÂtimbangkan. Saya kira kalau mereka ingin membantu. TentuÂnya mereka harus melakukan pembicaraan dengan instansi terkait di dalam negeri. Terutama yang menangani konservasi Candi Borobudur.
Apakah negara lain ikut memÂbantu pembersihan Candi Borobudur?Saya belum tahu. Tapi yang jelas, kita kan sudah berusaha melakukan upaya memperbaiki Candi Borobudur itu. Kita juga punya kapasitas untuk melakukan perbaikan. Dan itu sudah kita lakukan.
Artinya tidak perlu bantuan asing?Kita sedang membersihkan kembali Candi Borobudur. MakaÂnya seperti yang saya katakan, kalau ada yang ingin membantu disesuaikan dengan apa yang diperlukan. Supaya tidak tumÂpang tindih kan.
O ya, bagaimana dengan Bali Democracy Forum?Bali Democracy Forum itu adaÂÂlah satu forum yang sudah kita lakukan sejak tahun 2008. Dan ini adalah yang ketiga kaliÂnya (2008, 2009, dan 2010). Ini adalah foÂrum negara di kawasan Asia untuk melakukan dialog, saling bertukar pikiran dan peÂngalaman mengenai proses deÂmokrasi.
Selain itu juga dalam rangka, penguatan
character building democrasi. Selain negara Asia, ada juga negara luar kawasan seperti Amerika Serikat dan Eropa juga hadir. Memberikan bantuan-bantuan untuk proses
capacity building di bidang demokrasi.
Berarti dari Amerika Serikat yang diutus hanya Judith?Kemungkinan begitu, sebab saya belum punya daftar unÂdangannya.
Kenapa dari Amerika SeriÂkat yang diutus Judith?Bali Democracy Forum dihaÂdiri Presiden, menteri, dan peÂjabat senior. Jadi, memang dari tingkat representasi ada dari kepala negara dan tingkat menteri dan pejabat tingkat tinggi (senior).
Dari Indonesia siapa yang hadir?Acara ini diketuai bersama oleh Bapak Presiden SBY dan Presiden Korea Selatan.
Mungkinkah kedatangan PreÂsiden Korsel untuk meÂminta banÂtuan kepada negara-negara lain mengingat sedang bersiteÂgang dengan Korut?
Presiden Korsel datang hanya sebagai salah satu ketua bersama Bali Demokrasi Forum. UnÂdanganÂnya sudah diberikan sejak tahun lalu. Jadi, sudah direnÂcanakan dari jauh hari.
[RM]
BERITA TERKAIT: