Kondisi Tenaga Kerja (TKI) yang disiksa majikannya itu meÂmang mulai membaik setelah seÂlesai operasi kepala. Tapi peÂraÂwatannya masih membutuhÂkan waktu. Sebab, masih ada bebeÂrapa operasi yang perlu diÂlaÂkukan.
“Sebentar lagi melakukan opeÂrasi pembekuan darah yang ada di paru-parunya. Kemudian opeÂrasi hidung, telinga, bibir, dan giginya. Jadi perawatannya meÂmang masih panjang,’’ ujar Linda Gumelar kepada
Rakyat MerÂdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Berapa kali ketemu Sumiati?Saya beberapa kali ketemu dengan Sumiati maupun pengaÂcaranya yang ditunjuk pemerinÂtah Indonesia dalam hal ini KonÂÂsulat Jenderal kita di Arab Saudi.
Apa Sumiati sudah baikan?Sumiati baru operasi kepala, tapi fisiknya kuat sekali, bisa berÂÂÂkomunikasi dengan baik, makanÂnya bagus, bantuan dari dokter di sana juga sangat perÂhatian luar biasa. Ditemani juga oleh peraÂwat IndoneÂsia yang ada di Rumah Sakit itu, dari konsulat kita 24 jam selalu ada yang damÂpingi dan Insya Allah semua biaya pengobatan diÂtanggung RS
In Faad disana.
Berapa lama lagi dirawat?Saya kira masih lama. Sebab, masih perlu beberapa kali operasi lagi. Inilah akibat penyiksaan yang begitu parah, di luar batas kemanusiaan, hanya karena seÂmangat dan mentalnya kuat, seÂhingga bisa bertahan.
Reaksi Sumiati saat Anda kunÂjungi ?Oh, dia senang sekali. Apalagi saya bawa makanan apa yang diinginkannya, bawa baju. Dia menyampaikan terima kasih keÂpada Presiden, Ibu Negara, sama pemerintah dan masyarakat yang sangat memperhatikannya.
Sumiati ingin ayahnya datang ke sana untuk dampingi dia, ini sekarang sedang diproses agar bisa ke Arab Saudi karena paÂmanÂÂÂnya juga kan sudah pulang.
Apa ada pesan khusus SuÂmiati?Sumiati ingin agar majiÂkannya itu betul-betul dihukum setimpal sesuai perbuatannya. Selain itu, Sumiati bercita-cita ÂÂingin jadi Guru Bahasa IndoÂnesia, makanya kalau nanti sudah pulang, katanya ingin kuliah. Memang dia bekerja ke sana untuk biaya melanjutkan sekolahÂnya. Dia telah lulus SMA, dan bersemangat mau kuliah. Dari sini bisa kita lihat mental anaknya kuat sekali.
Apa komunikasinya lancar?Dia komunikasinya bagus, maÂlahan selama saya di sana setiap hari telepon-teleponan dengan orang tuanya. Itu karena kehebaÂtan anak itu, padahal hidungnya sudah patah, baru operasi kepala, tapi semangatnya luar biasa, makanya kita harus jaga.
Bagaimana perasaan Anda saat melihat Sumiati?Iya, sangat miris karena seluÂruh tubuhnya betul-betul kena penyikÂsaan. Dan kok dia begitu kuat, itu yang membuat kita beÂgitu kagum pada Sumiati. SebaÂgai seorang manusia biasa, peÂremÂpuan lagi, tentu dia begitu kuat menghadapi situasi demikian.
Melihat bekas penyiksaan seÂperti itu, ya geram, kesal, marah, dan sedih. Campur aduklah. MakaÂnya kasus ini harus betul-betul ditangani secara serius. PeÂmeriksaan kepada majikan henÂdaknya dilakukan secepatnya.
Apa hasil kunjungan ini suÂdah disampaikan ke Presiden?Sudah saya kirimkan dari Jeddah, langsung ke beliau suÂpaya cepat informasinya. SekaÂrang tinggal merapikannya saja.
Apa yang disampaikan?Secara umum tentang kondisi Sumiati. Semua informasi itu suÂdah disampaikan ke Bapak PreÂsiden. Kemudian kami juga meÂnyamÂpaikan agar perlu memperÂhatikan agensi yang di Arab untuk lebih melindungi peremÂpuan kita. Misalnya, alamat majiÂkannya itu harus lengkap, tak hanya mencanÂtumkan kode pos, diberikan hak memegang alat komunikasi. Jadi kita bisa tahu dia bekerja di mana, bekerja untuk berapa orang dia di sana, keÂsehatan. Ini harus betul-betul diperhatikan.
Anda ketemu siapa lagi di sana?Ketemu juga pengacaranya, kita banyak bincang-bincang. Saya juga melihat
shelter dan banyak TKW kita yang bermaÂsaÂlah yang sedang ditangani KonÂsulat JenÂderal di sana. Pada umumÂÂnya itu banyak gaji yang tidak dibayar. Di Rumah Sakit saya juga sempat bertemu dengÂan tiga lagi TKW yang menjadi korÂÂban yang sedang dalam pengoÂbatan.
Tapi nasibnya tidak kayak Sumiati?Berat, tapi tidak seberat SuÂmiati. Pada umumnya karena kecelakaan bekerja.
[RM]
BERITA TERKAIT: