Atau jangan-jangan ini hanya ‘perang politik’ menjelang evaÂluasi setahun kinerja menteri yang bisa berbuntut
reshuffle kabinet.
“Evaluasi kinerja menteri itu belum tentu berakhir dengan reÂshuffle. Jadi, jangan terlalu paÂranoid,’’ ujar Ketua DPP Partai Demokrat bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Ruhut Sitompul, kepada
Rakyat MerÂdeka, di sela-sela peluncuran buku
Kepemimpinan Sepanjang Zaman karya Freddy Numberi, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapÂnya:
Wajar saja kan Partai Golkar dari sekarang sudah mengelus jagoannya jadi capres? Sah-sah saja memang, tidak ada masalah. Hanya saja karena Pemilu 2014 masih jauh, tentu kurang elok kita bicara capres. Apalagi, Ical itu kan Ketua HaÂrian Setgab Parpol Koalisi. Ini kan bisa menimbulkan persepsi macam-macam.
Misalnya apa?Rakyat kan bisa menilai ada perpecahan di Setgab, meskipun keadaannya kompak-kompak saja. Bisa juga ditafsirkan, jaÂngan-jangan ini hanya ‘perang politik’ menjelang evaluasi setaÂhun kinerja menteri yang bisa berbuntut
reshuffle kabinet.
Maksudnya?Mana tahu ya, elit Partai GolÂkar itu khawatir ada menterinya yang kena reshuffle. Padahal, reshuffle itu sendiri kan belum tentu ada. Yang pasti adalah evaÂÂluasi setahun kinerja menteri setahun. Kalau soal reshuffle kan merupakan hak prerogatif PreÂsiden. Hanya beliau yang tahu, apaÂkah ada reshuffle atau tidak.
Belum ada bocoran ya?Saya belum mendengarnya. Sejumlah teman-teman saya di lingkaran Istana, tak ada yang biÂlang dilakukan reshuffle kaÂbiÂnet seusai evaluasi kinerja menÂÂteri akhir Oktober menÂdatang.
Apa Presiden pernah ngoÂmong soal itu?Sepengetahuan kami semua, Pak SBY belum pernah bicara soal ada menteri yang diganti. Bapak SBY orangnya kan sangat transparan. Kalau memang ada menteri yang diganti, tentu sudah ada sinyal-sinyalnya. Ini kan nggak ada. Jadi, teman-teman parÂÂÂpol yang bergabung dalam Setgab nggak perlu khawatir.
Emang siapa yang khaÂwatir? Mana tahu khawatir gitu lho. Kalau nggak ada yang khawatir, ya baguslah. Tapi kalau dari seÂkarang sudah digadang-gaÂdang Ical jadi capres, bisa ditafÂsirkan seperti itu.
Kenapa?Itu terlalu tergesa-gesa, kan masih ada empat tahun lagi PeÂmilu, kenapa harus dari sekaÂrang sudah ribut. Sebaiknya Ical konÂsentrasi menyelesaikan maÂsalah lumpur Lapindo. JaÂngan dulu ngurusin capres untuk seÂkarang ini.
Jangan-jangan Partai DemoÂkrat yang khawatir kalau Ical jadi capres ya karena SBY tiÂdak bisa maju lagi dalam PeÂmilu 2014?Kita tidak khawatir sama seÂkali. Kami punya banyak kader-kader terbaik.
Kenapa nggak digadang-gaÂdang lagi dari sekarang?Kita nggak mungkin melakuÂkan itu. Sebab, sesuai dengan araÂhan Pak SBY kepada semua kaÂder Demokrat yang ada di ekÂseÂkutif dan legislatif agar konÂsenÂtrasi melayani dan berbuat nyata buat rakyat sampai 2014. MenjeÂlang Pemilu nanti baru dibicaraÂkan soal capres. Tidak perlu dari sekarang. Belanda maÂsih jauh kok kita bicara Capres, ha-ha-ha.
Tidak elok membicarakan CaÂpres 2014 pada saat ini. Ibarat peÂpatah Jawa, ojo kesusu (jangan terburu-buru). Marilah kita horÂmati etika politik.
Kan tidak ada yang salah?Nggak ada, cuma nggak etis saja. Partai Golkar sebaiknya teÂrus bekerja lebih baik untuk rakÂyat. Selama itu tidak dilakuÂkan, saya pesimis Ical bisa menang. Jadi selama kader Golkar tidak bisa merebut hati rakyat, mimpi kali yee Ical jadi Presiden.
Partai Golkar kan diperkiÂraÂkan perolehan suaranya meÂningÂÂkat Pemilu 2014?Itu kan hasil survei sekarang. Tapi Pemilu kan empat tahun lagi. Seandainya pun pemilu diÂgelar sekarang, Partai Demokrat juga diperkirakan suaranya meÂningÂkat. Jadi, tetap jadi pemeÂnang pemilu.
[RM]
BERITA TERKAIT: