Apakah ini pertanda, PDIP, Gerindra, dan Hanura mau berÂgabung dalam Setgab Parpol Koalisi setelah evaluasi setahun kinerja menteri, 20 Oktober mendatang.
“Kalau bergabung, tentu kami membuka diri. Itu bagus demi kepentingan bangsa dan negara, seperti sudah diperlihatkan saat sembilan fraksi DPR menerima Timur Pradopo sebagai Kapolri,’’ ujar Sekretaris Setgab Parpol Koalisi, Syarief Hasan, kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan wawancara dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) itu:
Kalau menerima kekuatan opoÂsisi itu, kabarnya ada parÂpol koalisi yang mundur, bagaiÂmana komentar Anda?Ah, tidak ada seperti itu. KoÂmitÂmen kami adalah tetap berÂsama sampai 2014. Saya pastiÂkan bahwa jumlah parpol koalisi itu tidak bakal berkurang, tapi kalau bertambah mungkin bisa, ha-ha-ha.
Berarti sudah ada sinyal ya parpol oposisi itu bergabung?Saya tidak bilang seperti itu. Jangan diartikan koalisi itu harus bergabung dalam Setgab. Yang jelas koalisi itu untuk kebersaÂmaan membangun bangsa ini. Teman-teman PDIP, Gerindra, dan Hanura telah memperliÂhatÂkan hal itu saat menerima Timur Pradopo jadi Kapolri.
Kenapa ketiga parpol itu suÂdah jinak ya?Jangan istilahnya seperti itu. Itu kan pendapat wartawan saja. Yang jelas, Partai Demokrat banyak persamaan dengan PDIP, Gerindra, dan Hanura.
Anda senang dong?Saya bangga dengan teman-teman di fraksi yang memiliki satu rasa kebangsaan yang sama dengan pemahaman terhadap pencalonan Timur Pradopo.
Apa ini semata karena persÂamaan pandangan atau ada niat mendapat jatah menteri, apaÂlagi isunya Puan Maharani mau diplot jadi menteri?
He-he-he, jangan terlalu dikait-kaitkan ke sana. Sekali lagi bahwa teman-teman di PDIP meÂmiliki pandangan politik yang sebenarnya sama dengan Partai Demokrat atau Koalisi.
Makanya kalau berbicara tenÂtang kepentingan bangsa, kita selalu memiliki pandangan yang sama. Itulah yang menjadikan hubungan komunikasi kita menÂjadi bagus.
Tapi ini kan memberikan keÂcemÂburuan bagi parpol koalisi?Tidak ada seperti itu. Kita tetap saja kompak kok.
Bagaiman dengan isu bahwa Setgab berjalan sendiri-sendiri?Ukurannya dari mana. Itu nggak benar. Kekompakan di antara anggota Setgab semakin nyata dan kelihatan. Kalau jalan sendiri-sendiri tentu Timur Pradopo tidak diterima semua fraksi.
Ada isu Timur Pradopo diÂterima di DPR gara-gara dia diuÂsulkan Setgab Parpol KoaÂlisi, apa benar begitu?Ah, tidak begitu. Yang benar adalah Timur Pradopo adalah pilihan Bapak Presiden. KemuÂdian diinformasikan kepada Setgab.
Bukannya Setgab yang meÂminta?Ketua Setgab itu kan Presiden. Jadi, seperti biasa memang keÂbijakan Presiden diinformasikan ke Setgab. Jadi, kami hanya diÂberitahukan saja.
Yang benar begitu. Jangan terbalik loh, itu bukan input dari Setgab. Yang benar adalah kami menerima informasi dari kepuÂtusan Presiden.
Kapan informasi itu diterima Setgab?Hari Senin (4/10) yang lalu.
Apakah Setgab Parpol KoaÂlisi mendesak kadernya di DPR agar menerima Timur?Saya kira ini bukan soal desaÂkan, tapi semata satu pemikiran, satu pemahaman bahwa ini demi kepentingan bangsa. Maka diusaÂhakan supaya ini bisa berjalan dengan bagus.
Kalau hanya mengandalkan desakan, tentu parpol yang bukan koalisi tidak mendukung dong, ini kan mereka juga menerima Timur.
Jadi, ini membuktikan ternyata teman-teman partai yang lain mempunyai falsafah dan filosofi bahwa ini untuk kepentingan bangsa yang besar.
O ya, bagaimana dengan isu penggulingan pemerintahan?Rakyat bisa marah kalau pemerintah SBY digulingka. Sebab, rakyat sudah menentukan pilihannya. Apalagi yang diberiÂkan mandat itu sudah bekerja dengan bagus. Ukurannya dilihat dari kinerja yang dicapai sekaÂrang. Masa dunia mengakui baÂgus, sementara di negaranya tidak mau mengakui. Saya setuju masih ada yang kurang dan itu yang kita perbaiki.
Bagaimana dengan calon Jaksa Agung?Sama halnya dengan calon Kapolri. Itu kan hak prerogatif PreÂsiden. Yang sudah bagus, tidak usah dicampuri dan dibaÂhas. Kalau mau saran, silakan saja. Namanya saran dan interÂvensi kan beda. Kalau harus ini, dan itu, namanya bukan saran.
Berarti Setgab dalam penenÂtuan calon Jaksa Agung pasif dong?Bukan soal pasif atau aktif, karena kita tahu itu adalah hak prerogatif Presiden, ya sudah kita hormati.
Kira-kira siapa yang sudah diluluskan Presiden?Tidak ada yang tahu.
Dari dalam atau dari luar nih?Ha-ha-ha, mancing-mancing terus ya. Dari luar atau dari dalam sama saja. Yang penting Jaksa Agung itu tentu yang kaÂpabel. Itu semua terÂgantung deÂngan PreÂsiden.
[RM]
BERITA TERKAIT: