“Kami juga merasa senang kalau ada menteri dari Demokrat diganti, tapi penggantinya harus lebih baik. Semua pimpinan parpol hendaknya bersikap seÂperti itu. Ini kan demi kepenÂtingan bangsa lebih baik ke deÂpan,’’ ujar Wakil Ketua Dewan PemÂbina Partai Demokrat, AhÂmad Mubarok, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Ada lima menteri dari Partai Demokrat, yakni Menkop dan UKM Syarief Hasan, Menbudpar Jero Wacik, Menpan dan ReforÂmasi Birokrasi EE Mangindaan, Menpora Andi Mallarangeng, Menteri ESDM Darwin Zahidy Saleh, dan Menhub Freddy Numberi.
Tapi belakangan ini paling diÂsorot adalah Menhub gara-gara tragedi tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan Senja Utama di stasiun PetaruÂkan, PeÂmalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10), dan terbakarnya 22 gerbong kereta api di stasiun RangkasÂbitung, Senin (11/10).
“Kalau ada yang menilai, menÂteri dari Demokrat nggak kena reshuffle, itu nggak jaminan. PreÂsiden tentu melakukan evaÂluasi seluruh kinerja menteri, kalau kinerjanya jelek, tentu diÂganti, tidak melihat dari partai mana,’’ ujar Ahmad Mubarok.
Berikut kutipan selengkapnya:Berarti menteri Demokrat beÂÂlum aman ya?Siapa yang bisa menjamin aman. Kita tidak pernah berbicara aman atau tidak aman kok.
Memang belum pernah diÂbicaÂrakan dengan SBY?Belum. Jadi, hanya Pak SBY yang mengetahui siapa menteri yang akan diganti.
Kalau ada menteri DemoÂkrat diganti, bagaimana?Silakan saja, itu hak prerogatif Presiden kok. Kita nggak akan mempermasalahkan. Jadi, kita senang, tapi diharapkan pengganÂtinya lebih baik, ini demi perbaiÂkan ke depan. Saya harapkan pimÂpinan parpol koalisi bersikap seperti itu.
Kira-kira siapa menteri dari Demokrat yang diganti? Saya tidak tahu.
Anda kan pernah bilang ada 3 sampai 5 menteri yang diÂganti, siapa mereka?Nggak tahu, itu kan analisa. Yang tahu itu hanya Presiden.
Ah, masa sih Anda tidak tahu, Priyo Budi Santoso saja sudah dapat bocoran dari peÂtinggi DeÂmokrat bahwa ada reshuffle kabinet?Ha-ha-ha. Itu ngambil dan mungut di berita saja.
Berita dari mana?Ya, berita dari koran. Omong-omongan orang Demokrat sama seperti omongan saya. Nggak ada sumber resminya. Orang kita nggak pernah bicarakan kok dengÂan Presiden mengenai reÂshuffle kabinet.
Kalau soal evaluasi apa dibiÂcaraÂkan dengan SBY?Ya, itu dibicarakan. Kita perÂnah berbicara soal evaluasi dengÂan Bapak Presiden. Tapi evaluasi yang sifatnya umum yakni meÂnyampaikan masukan-maÂsukan setiap kinerja menteri.
Berarti mengarah ke reÂshuffle ?Tidak. Saya hanya sampaikan kritikan, keluhan, laporan orang saja.
Siapa saja menteri yang diÂkeluhkan?Mancing-mancing terus ya.
Apakah ada menteri dari DeÂmokrat?Ya, termasuk menteri kita sendiri (Demokrat) untuk perÂbaikan.
Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasih memperÂkiÂraÂkan, lima menteri terancam kena reshuffle, apa benar seÂperti itu?Banyak yang ngomong 5, 7, dan 11 menteri yang diganti. Tapi itu kan hanya wacana. Tapi kalau nanti SBY benar-benar melakuÂkan reshuffle kabinet, hendaknya parpol koalisi berbesar hati. Ini dilakukan demi perbaikan.
Kira-kira ada perlawanan dari parpol koalisi ya?Katanya Partai Golkar sudah siap kalau direshuffle. Sebab, sudah ada kader pengganti. Mau nambah (jatah) juga mau karena kadernya banyak.
Parpol koalisi lainnya, bagaiÂmana?Kalau PKS, PAN, PPP, PKB kita nggak tahu juga. Saya kira, posisi mereka sebenarnya pasrah juga. Sebab, mereka tahu itu adalah kewenangan Presiden kok.
[RM]
BERITA TERKAIT: