Anas Urbaningrum: Parpol Koalisi Diyakini Seirama Setujui Timur Pradopo Jadi Kapolri

Selasa, 12 Oktober 2010, 00:42 WIB
Anas Urbaningrum: Parpol Koalisi Diyakini Seirama Setujui Timur Pradopo Jadi Kapolri
RMOL.Penolakan koboi-koboi DPR terhadap calon tunggal Kapolri, Komjen Timur Pradopo, hanyalah riak-riak kecil untuk menambah indahnya demokrasi.

Tapi parpol koalisi diyakini seirama indah menyetujui bekas Kapolda Metro Jaya itu mendu­duki kursi Trunojoyo 1.

“Setgab Parpol Koalisi sema­kin kompak dan dewasa. Jadi, diyakini seirama indah menye­tujui Timur menjadi Kapolri,’’ ujar Ketua Umum Partai Demo­krat, Anas Urbaningrum, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa Anda begitu yakin, apa Timur Pradopo diusulkan Setgab Parpol Koalisi?

O, tidak begitu. Tidak ada kai­tan antara calon Kapolri dengan Setgab Parpol Koalisi.

Apa tidak ada order untuk itu?

Tidak ada order Setgab untuk calon Kapolri. Partai-partai koa­lisi mengerti persis tentang hak prerogatif presiden.

Tapi sebelum terpilihnya Pra­dopo, Demokrat dan Setgab ke­rap melakukan rapat koordi­nasi terkait calon Kapolri?

Setgab memang secara berkala mengadakan pertemuan untuk membahas isu-isu strategis, ter­masuk soal KPK, Jaksa Agung, dan Kapolri. Tetapi tidak masuk membahas nama secara spesifik. Sekali lagi Setgab paham posisi dalam relasi dengan kewenangan Presiden.

Benar nih Setgab tidak me­nitipkan nama Timur?

Kita tidak pernah masuk ke wila­yah mendukung atau meni­tipkan nama kepada Presiden ter­kait calon Kapolri.

Termasuk tidak menolak Nanan Soekarna dan Imam Sadjarwo?  

Ya, kami tidak menolak calon-calon yang sudah beredar nama­nya. Bahwa masing-masing par­tai barangkali punya pandangan yang khusus dan tertentu tentang masing-masing nama yang beredar, itu adalah hal yang ala­miah saja.

Jadi, Parpol Koalisi sudah sepakat nih  menyetujui Timur?

Ya, rasanya Parpol Koalisi diyakini seirama yang indah untuk menyetuji Timur sebagai Kapolri.

Apa indikasinya?

Kan sudah saya bilang tadi, Setgab Parpol Koalisi makin kom­pak dan dewasa. Bahwa ada dinamika personal, itu warna-warni yang akan menambah ke­cantikan politik demokrasi.

Ada instruksi khusus dari pim­pinan Parpol Koalisi ke­pada kadernya di Komisi III DPR saat fit and pro­per test?

Masing-masing parpol punya gaya masing-masing dalam me­nyampaikan pesan kepada ka­dernya di DPR.

Kalau Partai Demokrat ba­gai­mana caranya?

Dengan kedipan mata saja, anggota Fraksi Partai Demokrat, khususnya di Komisi III DPR, sudah tahu persis apa tugasnya, dan sudah sangat paham apa yang harus dilakukan.

O ya, apakah sebelumnya Anda sudah memprediksi nama Timur menjadi calon Kapolri?

Saya bukan ahli nujum dan tukang ramal. Saya hanya menga­takan bahwa calon yang infonya melakukan ‘safari politik’ sangat mungkin tidak akan jadi.

Alasan apa?

Karena itu bukan tradisi yang menjanjikan masa depan yang mengesankan. Saya juga hanya memprediksi bahwa yang akan jadi adalah calon yang tidak terlalu banyak dibicarakan orang. Hanya feeling saja, dari pem­bacaan terhadap situasi internal Polri maupun suasana kebatinan yang saya tangkap dari sang user.

Anda dalam akun twitter se­pertinya memprediksi Ito akan menjadi calon Kapolri?

Saya tidak pernah menyebut nama. Tidak baik kalau saya me­nyebut nama. Menyebut nama harus bisa mempertanggung­jawabkan. Saya pun tidak boleh mendahului keputusan Presiden. Bisa kualat nanti, he-he-he.

Sosok Timur Pradopo, bagai­mana  menurut Anda?

Siapa yang diputuskan Presi­den sebagai calon Kapolri, itulah yang terbaik. Tentu saja tidak ada sempurna. Tak ada gading yang tak retak. Timur Pradopo bukan malaikat, tetapi pastilah sudah memenuhi syarat-syarat pokok, seperti kapabilitas, integritas, akseptabilitas, profesionalitas, dan loyalitas. Saya menilai Timur Pradopo, Ito Sumardi, Nanan Soekarna, Imam Sudjarwo, dan Gories Mere semuanya pantas menjadi Kapolri. Tetapi hanya satu yang dinilai tepat yakni Timur Pradopo. Semuanya ada­lah jenderal polisi yang cakep dan membanggakan.

Timur disebut-sebut  terkait pelanggaran HAM Semanggi dan Trisakti?

Tentu saja Timur Pradopo sadar akan mendapatkan perta­nyaan di seputar itu. Tetapi saya juga percaya bahwa Timur Pra­dopo bisa menjelaskan duduk perkara dan konteksnya. Saya kira itu yang menjadi salah satu masalah yang perlu di-clear-kan.

Sejumlah anggota Dewan mengajukan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR karena melakukan perte­muan tertutup dengan Timur Pradopo?

Saya kira tidak ada konsep dan mekanisme mosi tidak percaya. Bahwa anggota bisa memberikan saran dan masukan kepada pim­pinan, itu hal yang lumrah saja. Tetapi tidak baik kalau diarahkan untuk semacam mosi tidak per­caya. Nanti malah bisa jadi tonto­nan publik yang kurang elok. Janganlah bikin tambahan drama yang tidak diharapkan publik.

Apakah pertemuan itu masih wajar?

Memang itu kurang lazim. Karena kurang lazim bisa ditaf­sirkan secara beragam. Tafsir liar pun sukar untuk dihindari. Tetapi kalau berpegang pada keterangan yang diberikan pimpinan DPR, sebetulnya itu silaturrahim saja. Kenalan dengan calon Kapolri, saya kira tidak masalah. Sila­turrahim dipercaya memper­pan­jang umur dan memperluas rejeki, he-he-he. [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA