WAWANCARA

Triwisaksana: PKS Nggak Mau Kalah Lagi, Siapkan Cagub Super Bisa

Sabtu, 09 Oktober 2010, 07:00 WIB
Triwisaksana: PKS Nggak Mau Kalah Lagi, Siapkan Cagub Super Bisa
RMOL. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ogah kalah lagi dalam perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode mendatang.

Partai yang dikomandoi Luthfi Hasan Ishaq itu merasa cukup kalah sekali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2007 yang mengusung Adang Daradjatun-Dani Anwar.

Makanya berbagai strategi mulai digodok. Misalnya, me­nyiap­kan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawa­gub) yang super bisa untuk mengatasi berbagai persoalan Jakarta, seperti macet dan banjir.

Selain itu, menjajaki koalisi dengan partai lain. Jadi, tidak lagi sendirian seperti Pilkada 2007, sehingga jagoannya kalah dengan pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang diusung gabungan parpol.

“Kami ingin di Pilkada 2012, berkoalisi dengan partai lain. Beban Jakarta cukup berat, kami ingin membangun Jakarta ber­sama-sama,’’ ujar Ketua DPW PKS DKI Jakarta,  Triwisaksana, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kabarnya PKS menggodok cagub dan cawagub dalam  Mu­syawarah Wilayah  yang renca­nanya digelar pekan depan, apa betul begitu?
Salah satu agendanya membi­carakan persiapan hadapi Pilkada DKI Jakarta.

Selain itu?
Kami akan membedah sejum­lah isu strategis, mulai dari masa­lah kemacetan. Yang utama tentu laporan pertanggungjawaban pengurus PKS DKI periode 2006-2010 dan memilih pengu­rus baru untuk periode selanjut­nya.

Apakah di Muswil nanti di­pu­tuskan siapa yang dijagokan se­bagai cagub dan cawagub?
Saya belum bisa sampaikan, apakah PKS akan ngambil posisi calon gubernur atau wakil guber­nur, semua ditentukan mekanis­me partai. Terkait Pilkada, saya kira yang akan dibicarakan di Muswil mengenai strategi peme­nangan. Bukan hanya Pilkada DKI namun juga Pemilu 2014.

Bagaimana skenario keme­nangannya?
Ada beberapa sekenario yang kami siapkan. Kami akan pilih salah satu, mengambil posisi calon gubernur atau calon wakil gubernur. Semua tergantung dinamika dan aspirasi di internal dan ekternal partai.

Kabarnya sudah ada partai be­sar yang sudah siap ber­koa­lisi?
PKS terbuka berkomunikasi dengan partai manapun. Yang jelas kami ingin koalisi dengan partai yang memiliki komitmen yang kuat mengatasi masalah ibukota. Sesuai dengan tema kami, kami ingin koalisi dengan partai yang siap kerja.

O ya, apakah di Muswil di­sam­pai­kan sikap resmi PKS ter­­hadap persoalan Jakarta?
Ya, kami akan sampaikan sikap resmi terhadap masalah ibukota dan rencana kerja strategis PKS lima tahun ke depan. Kami ber­harap, konsoli­dasi yang kami lakukan di Mus­wil bisa membuat kiprah PKS semakin bisa dirasa­kan masya­rakat Jakarta. Sebagai bentuk komitmen terhadap ma­syarakat, kami akan luncurkan tema besar, “PKS Bekerja Untuk Jakarta.”

Apa tagline PKS ’Bekerja Untuk Jakarta’ tema yang akan diusung di Pilkada 2012?
Saya akui tema itu sebagai ben­tuk kelanjutan tagline Ayo Benahi Jakarta yang kami usung pada Pilkada DKI  2007 saat men­calon­kan Adang Daradjatun-Dani Anwar.  Maksud dari tag­line, kami ingin tunjukan PKS siap kerja untuk Jakarta meskipun tahun 2007, kami belum diberi­kan ke­sempatan memimpin ibukota.

Tema itu juga sengaja kami pilih untuk mendorong kader PKS ma­kit giat mengabdi kepada masya­rakat. Kami ingin aksi-aksi sosial yang biasa dilakukan kader PKS meningkat di masa menda­tang.

Menurut Anda, bagaimana ki­nerja Fauzi Bowo?
Ada catatan positif dan ada negatif. Positifnya,  Fauzi mela­ku­­kan perampingan struktur, tetapi tetap kaya fungsi. Sistem reward and punisment juga mulai dijalankan. Tetapi PR (pekerjaan rumah) be­sarnya, kemacetan dan banjir belum teratasi dengan baik. Saya kira, di sisa masa jabatan­nya, Fauzi harus prioritaskan menga­tasi kemacetan dan banjir.

Menurut PKS, apa yang ha­rus dilakukan atasi kemacetan?
Saya kira ada dua strategi utama. Pertama, meningkatkan peng­gunaan angkutan umum.

Angkutan umum harus ditam­bah. Bus way harus dilengkapi sampai 15 koridor. Sampai saat ini baru depalan koridor. Koridor sisanya harus cepat diselesaikan. Program pembangunan traspor­tasi massal seperti MRT, monorel dan yang lainya harus jalan.

Kedua, membatasi kendaraan bermotor. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti pe­nerapan konsep ERP atau retri­busi jalan. Konsep Itu untuk mengantikan program 3 in 1.

Selain itu,   penetapan tarif pro­gresif. Untuk  daerah sibuk, se­perti perkantoran dan perda­gang­an, dikenakan tarif yang tinggi.

Apa ada solusi lain?
Bisa juga BBM subsidi pre­mium perlahan-lahan harus di­cabut. Langkah-langkah itu saya kira efektif untuk membatasi pengunaan kendaraan. Tetapi agar matang penerapannya, kon­sep-konsep itu harus dikaji ter­lebih dahulu.

Anda disebut-sebut akan di­usulkan menjadi calon di Pil­kada DKI,  Anda bersedia?
 Sebagai kader,  saya harus siap untuk maju apabila partai mem­percayakan ke saya.  [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA