WAWANCARA

Komjen Nanan Soekarna, Timur Itu Teman Saya Satu Barak, Hubungan Pribadi Tak Ada Masalah

Kamis, 07 Oktober 2010, 07:21 WIB
Komjen Nanan Soekarna, Timur Itu Teman Saya Satu Barak, Hubungan Pribadi Tak Ada Masalah
RMOL. Saat namanya diajukan Kapolri Bambang Hendarso Danuri ke Presiden sebagai calon Kapolri, Komisaris Jenderal (Komjen) Nanan Soekarna mulai bersikap tertutup.

Apalagi, saat santer kabarnya bah­wa Nanan dan Imam Su­djar­wo yang bersaing ketat bakal di­a­jukan Presiden ke DPR sebagai ca­lon Kapolri, Inspektur Pe­nga­was­an Umum (Irwasum) Mabes Polri itu se­ma­kin sulit dihubungi.

Beberapa kali Rakyat Merdeka mencoba untuk mewawancarai, tapi selalu saja gagal. ‘’Jangan se­karang, ntar saja kalau se­muanya sudah jelas,’’ ujarnya ketika itu.

Kini, setelah Kepala Badan Pe­me­liharaan Keamanan (Ka­bahar­kam) Mabes Polri  Komjen Timur Pra­­­dopo yang diajukan Presiden ke DPR sebagai calon tunggal Ka­­­­polri, Senin (4/10) lalu, Nanan tetap saja irit bicara.

Banyak kalangan menduga bekas Kepala Di­visi Hubungan Masya­rakat (Ka­div Humas) Ma­bes Polri itu sakit hati mengingat telah mengeluarkan pikiran dan ener­gi saat namanya sudah di­aju­kan ke Presiden.

Tapi dugaan banyak kalangan itu terbantahkan. Sebab, Nanan me­­nga­­ku tidak merasa kecewa wa­­lau bukan dirinya yang di­aju­kan  se­ba­gai calon Kapolri ke DPR.

”Saya tidak kecewa, saya ma­lah senang. Sebab, yang diajukan se­bagai calon Kapolri itu adalah teman saya saat di Akpol, teman se­barak,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya :  

Bagaimana perasaannya keti­ka nama Anda tidak diajukan Pre­siden ke DPR  sebagai calon Ka­polri?
Begini ya, kalau negara meng­am­bil keputusan seperti itu. Ber­arti untuk kepentingan bersama dan institusi. Sebab, itu semua un­tuk kebaikan kepolisian.

 Anda tidak kecewa ya?
Tidak. Buat kita mengabdi di mana saja asal untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Tidak harus menjadi Kapolri.

Merasa nyaman dengan kon­disi ini?
Saya dengan Pak Timur tidak ada apa-apa. Hubungan pribadi (per­­son) sama sekali tak ada ma­­salah. Jadi, saya senang Pak Ti­mur yang diajukan Bapak Pre­si­den ke DPR sebagai calon Kapolri.  

Anda mendukung Timur Pra­dopo?
Saya akan mendukung siapa saja kalau itu untuk kepentingan kepolisian. Apalagi niatnya untuk kepolisian demokrasi. Sama-sama membangun kepolisian de­ngan kendala apa pun. Dan kita akan coba menciptakan itu.

Jadi, yang paling penting saat ini adalah siapa pun yang men­ja­di Kapolri nanti harus bisa men­­ciptakan kebersamaan ins­titusi. Mo­hon didukung untuk Ke­po­li­sian.

Bagaimana Anda melihat so­sok Timur?
Dia adalah sosok yang tepat untuk menggantikan Jenderal Bam­bang Hendarso Danuri se­bagai Kapori. Jadi, pencalonan Pak Timur semata-mata demi ke­pentingan Polri yang lebih baik di masa yang akan datang. Semua demi kepentingan dan kebaikan Polri. Mohon ini didukung.

Katanya Anda satu kelas de­ngan Timur ya?
Ya, Pak Timur teman satu kelas kok. Teman saya satu barak. Kita harus dukung sama-sama.

Satu kelas di mana?
Ya, sama-sama sekolah di Ak­pol. Sudah ya, saya sedang me­nemani Pak Kapolri di Medan.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA