"Kalau bukan dia, ngapain dia dinaikkan pangkatnya jadi bintang tiga. Padahal dia baru naik dari bintang satu ke bintang dua, itu politik kasat mata," ujar peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti kepada
Rakyat Merdeka Online.Dia sendiri mengakui kenaikan pangkat di tubuh TNI dan Polri adalah hal yang biasa. Tapi untuk kenaikan pangkat Imam Sudjarwo ini menurutnya sesuatu hal yang luar biasa. "Kenapa demikian? Karena, dia masa jabatannya belum cukup untuk menguasai (jadi Kapolri)," jelasnya.
Namun, dia melihat, untuk menentukan nama Imam Sudjarwo, Presiden SBY akan menggunakan tangan Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah.
"SBY akan meminjam tangan-tangan Setgab untuk menentukan siapa yang akan jadi Kapolri. Karena dia tahu persis, kalau dia memilih Imam, dia akan kena tudingan atau kritik dari masyarakat," demikian Ikrar.
[zul]
BERITA TERKAIT: