Mereka antara lain, putri Jenderal (Purn) Ahmad Yani, Amelia yani, putra DN Aidit, Ilham, putra Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Sardjono, cucu Tengku Daud Buerueh, Jahidi, putra Soeharto, Hutomo Mandala Putra, putra Safruddin Prawiranegara, Kholid.
Ketua FSAB Suryo Susilo menyatakan acara ini digelar sebagai upaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di masa lalu dan mencegah tidak terjadinya konflik baru.
"Sebagai anak pelaku, kami sadar menyimpan dendam tidak menyelesaikan masalah. Tapi, memang kami tidak mengambil cara rekonsiliasi. Sebab menurut kami, rekonsiliasi itu memerlukan syarat-syarat yang berat," ujarnya.
"Karena konflik di masa lalu sifatnya bukan diametral, tapi lebih kepada multipihak. kesalahan-kesalahan masa lalu yang ada sudah menjadi kesalahan kolektif yang rumit yang tidak bisa diselesaikan secara hukum positif," tambahnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: