FSAB: Konflik Masa Lalu Indonesia Tak Bisa Diselesaikan Melalui Hukum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 01 Oktober 2010, 15:26 WIB
FSAB: Konflik Masa Lalu Indonesia Tak Bisa Diselesaikan Melalui Hukum
RMOL. Forum Silaturrahmi Anak Bangsa (FSAB) menggelar silaturrahmi kebangsaan di gedung DPR, Jakarta (Jumat, 1/10).  Di acara yang juga dihadiri Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie, dan Ketua DPR, Irman Gusman ini  hadir beberapa anak pahlawan dan anak tokoh-tokoh yang turut mewarnai sejarah bangsa Indonesia.

Mereka antara lain, putri Jenderal (Purn) Ahmad Yani, Amelia yani, putra DN Aidit, Ilham, putra Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Sardjono, cucu Tengku Daud Buerueh, Jahidi, putra Soeharto, Hutomo Mandala Putra, putra Safruddin Prawiranegara, Kholid.

Ketua FSAB Suryo Susilo menyatakan acara ini digelar sebagai upaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di masa lalu dan mencegah tidak terjadinya konflik baru.

"Sebagai anak pelaku, kami sadar menyimpan dendam tidak menyelesaikan masalah. Tapi, memang kami tidak mengambil cara rekonsiliasi. Sebab menurut kami, rekonsiliasi itu memerlukan syarat-syarat yang berat," ujarnya.

"Karena konflik di masa lalu sifatnya bukan diametral, tapi lebih kepada multipihak. kesalahan-kesalahan masa lalu yang ada sudah menjadi kesalahan kolektif yang rumit yang tidak bisa diselesaikan secara hukum positif," tambahnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA