Bang Yos: Masak Ibukota Negara Dipindahkan Saat Masyarakat Masih Makan Nasi Aking

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 01 Oktober 2010, 10:45 WIB
Bang Yos: Masak Ibukota Negara Dipindahkan Saat Masyarakat Masih Makan Nasi Aking
sutiyoso/ist
RMOL. Ibukota Negara Indonesia memang selayaknya untuk dipindahkan. Hal ini untuk mengurangi beban yang ditanggung oleh Jakarta sejak jaman penjajahan Belanda.

"Beban pertama, Jakarta dijadikan sebagai pusat perdagangan oleh VOC. Kedua, zaman kemerdekaan, Bung Karno jadikan Jakarta sebagai ibu kota negara. Sekarang, Jakarta tambah ramai karena sebagai pusat budaya, sebagai pusat pariwisata dan juga pusat pendidikan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Hal itu dikatakan Bang Yos, panggilan akrabnya dalam diskusi, "Untung Rugi Pemindahan Ibukota Negara," di ruang DPD, Jakarta (Jumat, 1/9). Meski mendukung pemindahan ibukota negara, Bang Yos mengatakan kota pengganti Jakarta dan kapan akan dipindahkan harus betul-betul dipikirkan.

"Penting dihitung karena terkait APBN nantinya. Soal waktu, sekarang atau kapan, sebaiknya dipertimbangkan. Misalnya, apakah sekarang realistis tidak sih, ibukota dipindahkan, sementara masih banyak rakyat yang masih makan nasi aking," demikian Bang Yos. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA