Dimensi Transendental Puasa yang Melahirkan Kesalehan Sosial

Rabu, 11 Agustus 2010, 19:37 WIB
Dimensi Transendental Puasa yang Melahirkan Kesalehan Sosial
HADIS Qudsi yang mengatakan bahwa Allah telah menegaskan ibadah puasa adalah untuk-Nya , dan adalah Dia yang akan memberikan pahala puasa kepada hamba-Nya, memperlihatkan dimensi ubudiyah yang tersimpan di dalam ibadah puasa.

Ini adalah klaim dan monopoli Tuhan, karena sesungguhnya memang tidak ada seorang hamba pun yang dapat mengukur kedalaman spiritualitas sesama hamba. Dimensi ini menembus batas dan melibatkan the beyond.

Di saat bersamaan, hal ini menyadarkan kita bahwa peranan kita, umat-Nya, ada di ranah sosial dalam bentuk kesalehan sosial.

Seiring dengan doktrin puasa yang diiringi kewajiban membayar zakat, maka dapatlah dipahami bahwa ibadah puasa akan menimbulkan efek sosial melalui proses pemupukan dan penumbuhan jiwa dan solidaritas sosial.

Jika dalam kehidupan sehari-hari seseorang lebih didominasi oleh sifat mengambil dan menerima, maka puasa menumbuhkan kualitas kasih. Bulan Ramadhan adalah masa pertobatan dan sekaligus masa pengembangan kepribadian agar menjadi manusia unggul, bukan saja spiritualitas yang berdiemnsi transendetal namun juga pada dimensi sosiologis, yakni pribadi yang selalu ingin berbagai pada sesama. [msk]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA