Pramono-Rano: Ikhtiar Bungur Menuju Kampung Sarjana

Senin, 29 Juni 2026, 04:01 WIB
Pramono-Rano: Ikhtiar Bungur Menuju Kampung Sarjana
Geisz Chalifah. (Foto: Istimewa)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub Rano Karno menempatkan peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan Jakarta. 

Salah satunya melalui perluasan akses pendidikan tinggi bagi warga lewat program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Bagi kami, program ini bukan sekadar janji kampanye atau pelayanan yang berhenti pada seremoni. 

Program ini harus benar-benar hadir di tengah masyarakat dan membuka jalan agar semakin banyak anak-anak Jakarta dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sebagai warga, kami berusaha meresponsnya dengan partisipasi aktif. Kami ingin wilayah yang selama ini dikenal padat dan memiliki berbagai persoalan sosial juga dikenal sebagai kawasan yang melahirkan semakin banyak sarjana.

Untuk kesekian kalinya rumah saya menjadi tempat berkumpul para Ketua RW, Ketua LMK Kelurahan Bungur, serta beberapa tokoh masyarakat. 

Kami mendiskusikan berbagai persoalan warga sekaligus merumuskan langkah-langkah agar semakin banyak anak Bungur memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

Tugas saya lebih banyak memfasilitasi dan menjembatani komunikasi dengan pihak kampus maupun pihak terkait agar program ini dapat berjalan. 

Sementara pelaksanaan di lapangan dari hari ke hari dijalankan dengan penuh dedikasi oleh Ekhy Idham, Diana, dan para anak muda lainnya yang terus bekerja mewujudkan mimpi Bungur menjadi Kampung Sarjana.

Hingga hari ini, telah lahir 186 sarjana baru dari gerakan tersebut. Jumlah itu tentu akan terus bertambah seiring semakin terbukanya akses pendidikan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat.

Kelurahan Bungur di Kecamatan Senen merupakan salah satu kawasan urban di Jakarta Pusat. Di tengah kepadatan permukiman dan dinamika kehidupan kota, Bungur dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam. 

Kawasan ini tumbuh sebagai bagian dari denyut kehidupan Jakarta, tempat banyak orang datang untuk bekerja, berusaha, dan membangun masa depan.

Di dalamnya terdapat sebuah wilayah yang sangat dikenal masyarakat Jakarta, yaitu Poncol. 

Dahulu, Poncol identik dengan kawasan pasar dan pernah menyandang stigma sebagai wilayah dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. 

Citra itu begitu melekat sehingga sering kali menutupi kisah-kisah baik yang tumbuh di tengah masyarakatnya.

Namun, sebuah kampung tidak boleh selamanya hidup dalam bayang-bayang masa lalu.

Hari ini, Bungur sedang menulis cerita baru. Cerita tentang pendidikan, harapan, dan keyakinan bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari ruang kelas dan bangku kuliah.

Kami meyakini bahwa perubahan tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari kepedulian masyarakat. 

Ketika Ketua RW, Ketua LMK, tokoh masyarakat, para orang tua, dan para pemuda memiliki semangat yang sama, akan semakin banyak anak Bungur yang berani bermimpi menjadi sarjana.

Jika dahulu Poncol lebih sering dikenal karena cerita masa lalunya, kini saatnya Bungur dikenal karena masa depannya. 

Bukan lagi sebagai kampung yang dibicarakan karena stigma, melainkan sebagai kampung yang melahirkan mahasiswa, sarjana, guru, dokter, insinyur, pengusaha, dan generasi yang membawa perubahan.

Karena kami percaya, kampung yang besar bukanlah kampung yang melupakan sejarahnya, melainkan kampung yang mampu menulis sejarah baru. Dan sejarah baru itu dimulai dari pendidikan.rmol news logo article

Geisz Chalifah
Pegiat demokrasi
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA