Demikian penilaian Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 26 Februari 2026.
"Jakarta sebagai kota dengan tantangan berlapis, membutuhkan konsistensi dan keberanian dalam pengambilan keputusan,” ujar Fahira.
Fahira menilai kinerja ekonomi Jakarta sepanjang 2025 patut diapresiasi karena mampu melampaui rata-rata nasional. Program sosial seperti keberlanjutan KJP dan KJMU, pemutihan ijazah, serta dukungan terhadap sekolah swasta tertentu menunjukkan komitmen menjaga mobilitas sosial warga.
Di sektor transportasi, perluasan Transjabodetabek dan percepatan armada listrik menjadi langkah penting menuju sistem mobilitas yang lebih modern dan rendah emisi.
Pembenahan birokrasi melalui pelantikan pejabat berbasis merit juga memberi sinyal perbaikan tata kelola.
Fahira juga mengapresiasi penguatan identitas budaya Betawi melalui berbagai festival dan revitalisasi ruang seni sebagai bagian dari positioning Jakarta sebagai kota global yang berakar pada budaya lokal
Meski demikian, Fahira menegaskan bahwa persoalan klasik seperti banjir, kemacetan, polusi udara, dan ketimpangan sosial belum sepenuhnya terurai.
Penanganan banjir masih dominan pendekatan struktural, sementara integrasi hulu-hilir dan solusi berbasis alam belum optimal. Polusi udara tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga.
Selain itu, persoalan hunian layak, pengelolaan sampah, dan perlindungan kawasan pesisir masih membutuhkan perhatian lebih sistematis.
BERITA TERKAIT: