Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Perang Palestina vs Israel

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/jimmy-h-siahaan-5'>JIMMY H SIAHAAN</a>
OLEH: JIMMY H SIAHAAN
  • Jumat, 06 Juni 2025, 19:45 WIB
Perang Palestina vs Israel
Ilustrasi/Ist
PERANG terus berlangsung. Tiada hari tanpa perang. Cat Steven, Yusuf Islam, warga negara Inggris pernah menyanyikan sebuah lagu "Peace Train"

Menurut dia, lagu ini adalah metafora yang indah tentang bagaimana mempertimbangkan kesatuan umat manusia dan bagaimana kita semua harus hidup bersama. Kita akan mencoba dan menciptakan perdamaian karena pada akhirnya semua menuju ke tempat yang sama.

Pemicu konflik dari Israel-Palestina sebenarnya berawal dari pembagian tanah oleh Inggris. Mereka membagi tanah Palestina untuk orang orang Yahudi.

Kata "Palestina" berasal dari Yudea Palestina. Yudea Palestina merupakan nama dari Tanah Yudea yang diganti oleh Kaisar Hadrian pada zaman penjajahan Romawi. Hal ini dilakukan karena adanya keinginan untuk menghapuskan jejak Yahudi di Tanah Yudea. 

Nama ini kemudian terus dipakai sampai sekarang. Palestina bukanlah keturunan bangsa Filistin. Filistin merupakan bangsa yang datang dari Kaftor (sekarang berada di sekitar Yunani).

Palestina memiliki sejarah perspektif Islam bagian dari kekhalifahan Islam. Al-Jami' al-Aqsha di kota Yerusalem menjadi tempat suci dan merupakan pusat doa Muslim selama 17 bulan Sejarah. Tanah Palestina adalah pusat peradaban Islam.

Demikian juga, selama lebih dari tiga ribu tahun, nama "Israel" memiliki pengertian umum dan religi sebagai Tanah Israel ataupun keseluruhan negara Yahudi. 

Menurut Alkitab, Yakub dinamai Israel setelah berhasil bergumul dengan seorang malaikat Tuhan.

Berdasarkan penemuan artefak arkeologi, nama "Israel" (selain sebagai nama pribadi) paling awal disebutkan di prasasti Merneptah Mesir kuno (sekitar akhir abad ke-13 SM). Pada prasasti tersebut nama "Israel" itu sendiri merujuk kepada sekelompok orang yang berasal dari tanah tertentu. 

Negara modern Israel dinamakan Medinat Yisrael, yang artinya "Negara Israel". Selain itu, terdapat pula nama-nama lain yang digagaskan, meliputi Eretz Israel ("Tanah Israel"), Zion, dan Judea, namun semuanya ditolak. Dalam Bahasa Inggris, warga negara/orang Israel disebut sebagai Israeli. 

Istilah tersebut dipilih oleh pemerintah Israel pada awal kemerdekaannya. Hal ini secara resmi diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Israel saat itu, Moshe. 

Daerah ini juga dikenal sebagai Tanah Suci, yang suci untuk semua agama Abrahamik termasuk Yahudi, Kristen, Islam dan kepercayaan Bahá'í. 

Sebelum Deklarasi Kemerdekaan Israel 1948, seluruh wilayah ini dikenal dengan berbagai nama lain, termasuk Suriah Selatan, Suriah Palestina, Kerajaan Yerusalem, Provinsi Iudaea, Coele-Suriah, Retjenu, Kanaan dan, khususnya, Palestina.

Solusi dua negara sudah lama terdengar sebagai penyelesaian yang ideal. Ungkapan dan frasa seperti "tanah untuk dua rakyat" atau "solusi dua negara" berasal dari versi kontemporer novel 1984 karya Orwell.

Dengan demikian istilah bagi adanya perdamaian seperti pembagian wilayah itu adalah newspeak meminjam istilah George Orwell, untuj realitas yang menipu. Dalam istilah Israel sebagai " merumput" atau penghancuran, bukan tawaran perdamaian.

Mencari Kunci Hilang

Ada pepatah Yahudi terkenal, seseorang harus mencari kunci yang hilang ditempat kehilangan kunci, bukannya di tempat yang ada cahaya.

Dalam banyak hal, apa yang disebut proses perdamaian di Palestina , dengan konsep solusi dua negara sebagai tolak ukur, hanyalah pencarian sia-sia dibawah sorot lampu jalan yang terang benderang dan jauh dari tempat kunci hilang.

Kata "Gridlock", terkunci menjelaskan  tertutupnya jalan keluar. Kekerasan demi kekerasan tetap berlangsung. Resep perdamaian tidak sederhana, gagasan demi gagasan tetap berlangsung. Dalam kenyataannya untuk melaksanakannya sangat sulit. Seperti pesan Clausewitz, "everything in war ( Diplomacy) is very simple. But the very simplest thing is very difficult."

Gerakan BDS

Peran masyarakat sipil pernah muncul dan mencoba mengubah secara radikal narasi dan kebijakan aktual di lapangan. Pertumbuhan dan dampak gerakan boikot, divestasi dan sanksi (Boycott, Divestment, Sanctions atau BDS) pernah ada dalam rangka mengembalikan Palestina ke peta dunia. Gerakan BDS telah membantu merevitalisasi dan membangun kembali gerakan solidaritas di seluruh dunia.

Gerakan ini menawarkan panduan langkah demi langkah tentang bagaimana beralih dari sikap defensif ke sikap ofensif. Gerakan BDS menegaskan. Mari berhenti mencoba menjustifikasi tindakan kita, saatnya bertindak.

Kembali Perang di Gaza

Konflik Israel–Palestina adalah konflik militer dan politik yang sudah dan sedang berlangsung dari abad ke-19 hingga abad ke 21. Pada 7 Oktober 2023, kelompok militan Palestina yang dipimpin oleh Hamas  melancarkan invasi dan serangan terhadap Israel dari Jalur Gaza, menerobos tembok .

Kembali  perang di Gaza, untuk yang keenam kali. Israel  membalas dan kembali "merumput" hingga saat ini. Jalur Gaza, karena lokasi geopolitiknya yang unik tidak mudah ditaklukkan. Strategi yang digunakan adalah "ghettoisasi" di mana saat itu berpenduduk 1,8 juta.

Strategi saat ini adalah " bumi hangus", tiada hari tanpa "merumput". Hal ini benar-benar sangat mencekam.

Hari pertama adalah hari paling mematikan dalam sejarah Israel, dan perang tersebut adalah yang paling mematikan bagi warga Palestina dalam konflik yang lebih luas. 

Sejak Oktober 2023 di Jalur Gaza: 68.796 dilaporkan tewas, termasuk 54.677 yang tercatat tewas dan 14.222 hilang dan diduga tewas. Kematian "tidak langsung" kemungkinan beberapa kali lebih tinggi.

Para pemimpin Inggris, Kanada, dan Perancis mengecam tindakan mengerikan Israel di Jalur Gaza. Ketiga pemimpin itu mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Israel jika tidak segera menghentikan serangan militer dan blokade bantuan kemanusiaan di Gaza.

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan PM Kanada Mark Carney menyampaikan kecaman mereka dalam pernyataan bersama yang dirilis Pemerintah Inggris pada Senin, 19 Mei 2025 waktu setempat atau Selasa waktu Indonesia. 

Pernyataan tersebut menandai salah satu kritik paling signifikan dari ketiga negara itu terhadap cara Israel menangani perang di Gaza dan tindakan Israel di Tepi Barat.

Jerman sedang memikirkan kembali hubungan militer dan perdagangannya dengan Israel, Bloomberg melaporkan pada hari Selasa, 3 Juni 2025. Ini menjadi perubahan yang "mengejutkan" dari salah satu pendukung setia negara Yahudi itu.  

Langkah Jerman itu terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza dan meningkatnya rasa frustrasi di Berlin atas tindakan Israel yang semakin brutal. 

"Kemarahan Jerman" meningkat pada pertengahan Mei ketika Israel mengintensifkan kampanyenya melawan Hamas sambil terus memblokir bantuan kemanusiaan, menurut informasi yang diperoleh Bloomberg. 

Jerman telah mematuhi kebijakan lama bahwa melindungi Israel adalah kewajiban pasca-Holocaust. Jerman juga telah menjadi pemasok senjata terbesar di Eropa bagi Israel dan salah satu mitra dagang utamanya. 

Dalam komentar publik pertama Jerman sejak perang dimulai 20 bulan lalu, Kanselir Friedrich Merz mengatakan pekan lalu bahwa, “Situasi kemanusiaan tidak dapat lagi dibenarkan dengan perang melawan terorisme Hamas". 

Selama panggilan telepon dengan Benjamin Netanyahu pada hari Minggu, Merz mendesak perdana menteri Israel untuk segera mengizinkan "bantuan kemanusiaan yang cukup ke Jalur Gaza"

Sebagai penutup. Apakah akan ada perundingan dan gencatan? Sementara  "Remote Control" dunia kita hanya memiliki dua tombol. "Play"  dan "Fast Forward", sementara yang kita semua cari dan nantikan adalah tombol "PAUSE." rmol news logo article

*Penulis adalah eksponen Gema 77/78

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA