Tujuan saya ke sekolah favorit Kota Bekasi itu, mencari informasi pendafÂtaÂran calon siswa. Kebetulan anak saya akan lulus SMP. Harapan kami, mengingat prestasi anak selalu menduduki ranking 1 di SMP-nya.
Informasi belum saya dapat, saÂya harus mengelus dada. KeÂtika masuk halaman dan hendak mencari informasi, saya diÂdatangi seorang Bapak yang mengaku ‘orang dalam’. SeÂteÂlah menÂjelaskan maksud saya, dia menÂjelaskan, informasi penÂdafÂtaran memang akan dilakuÂkan awal Mei. Namun, orang ini berbisik dapat membantu anak saya masuk di SMA Negeri I. KaÂrena saya ingin tahu lebih lanjut, dan menjelaskan prestasi anak saya, masak harus nyogok, Bapak itu dengan hati-hati menjelaskan, jangankan anak berprestasi, anak pejabat saja yang prestasinya tinggi tidak dapat diterima. “Maaf Pak, bukan rahasia umum, anak-anak yang masuk di sini memang harus meÂnyediakan dana. Jangan diharap anak Bapak diterima. Walau presÂtasinya bagus kayak “HabiÂbie†sekalipun,†ujarnya. Vulgar, tanÂpa tedeng aling-aling! BeÂginikah nasib negeri ini? Di maÂna-mana banyak calo? Bahkan di sekolah favorit pun sudah mulai belajar menjadi mafia calo? Saya moÂhon Bapak-bapak peÂjabat pendidiÂkan sekoÂlah tuÂrun tangan.
Nama dan alamat diketahui Redaksi
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: