Yang saya keluhkan, kalimat-kaÂlimatnya itu sangat menyingÂgung mereka yang memang beÂnar-benar tidak mampu. Atau meÂreka yang ekonominya pas-paÂsan. Karena spanduk atau stiker itu misalnya berbunyi “Premium unÂtuk Mereka yang Tidak Mampuâ€.
Bagi yang kaya, mungkin akan malu membeli Premium dan beralih ke Pertamax. Tapi buat mereka yang benar tidak mampu, bunyi stiker atau spanduk itu seolah berkata lain. Seolah, “Kasihan Deh Lu, Miskin. Mampunya Beli Premium.â€
Sungguh tega kalangan PertaÂmina yang karyawannya umumÂnya berkantong tebal itu “mengÂhukum†sesama warga bangsa deÂngan kata-kata demikian.
Andre, Jatiasih, Jaktim
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: