Layaknya artis, mereka bernyanyi di bawah terik matahari, di antara himpitan kendaraan roda empat atau dua yang menunggu lampu hijau menyala. Dengan pakaian lusuh, mereka menjajakan suaranya hampir di tiap perempatan lampu merah. Satu persatu mobil pribadi maupun angkutan umum yang berhenti mereka datangi sambil menyanyikan sebuah lagu, dan menanti kebaikan para pengendara untuk memberikan uang.
Meski tidak memaksa, namun dari tutur katanya meminta itu sedikit memberi tekanan kepada penumpang angkot. Keberadaan mereka, tetap saja mengganggu para pengguna jalan. Pas lampu sudah hijau, kadang mereka seenaknya menyeberang, tanpa menghiraukan pengendara yang akan melintas.
Saya berharap Dinas Sosial DKI Jakarta bisa menertibkan masalah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Anak Jalanan (Anjal) ini. Karena jika terus dibiarkan, ini akan mejadi fenomena tersendiri dan terus bertambah. Selain itu, kepada pihak yang melakukan penertiban, saya berharap dilakukan dengan manusiawi. Terimakasih.
Mursalin Takashi, [email protected]
BERITA TERKAIT: