Tampaknya, biang kemacetan adalah tumbuhnya para penjual sayur yang sekarang tampaknya sudah â€dilegalkan†oleh oknum-oknum tertentu. Ironisnya, kalau sebelumnya hanya satu sayap yang dijadikan lapak jualan sayuran, sekarang sudah mendekati dua sayap lapak berjajar di sekitar Jalan Baru Underpas.
Parahnya lagi, akibatnya banyak penjual sayuran, hal itu berdampak pula pada banyak mobil dan sepeda motor berjajar parkir di sepanjang jalan itu. Bisa dibayangkan, betapa carut marutnya jalan tersebut, macet total, hampir terkunci. Bahkan pada musim hujan ini, tidak jarang banyak dipasang tenda-tenda plastik yang dijulurkan lewat pohon-pohon sekitar sebagai pelindung lapak. Macet total, kotor, jorok sudah menjadi sesuatu yang biasa di sepanjang jalan ini.
Anehnya, Pemerintah Kota Bekasi â€kurang responsif dan kurang sensitif†pada kemacetan total itu. Kok tidak segera dibenahi oleh pihak-pihak terkait dalam lingkup Pemerintah Kota Bekasi, ada apa? Kenapa para pedagang sayur tersebut tidak direlokasi ke tempat yang lebih kondusif demi menghindarkan macet?
Pernah beberapa kali petugas Satpol Pamong Praja merazia dan menghalau, kemacetan berhenti sejenak. Tapi esok harinya berulang lagi, demikian seterusnya, yang tentu saja itu bukan solusi yang baik dan bijak. Haruskah Pemerintah Kota Bekasi menunggu para pedagang sayur itu berjualan di sepanjang jalan? Kalau sudah begitu, haruskah pembenahan dilakukan dan dilawan secara anarkis oleh para penjual sayur (karena akan semakin banyaknya jumlah pedagang).
Mohon pihak terkait bersinergi mengatasi solusi kemacetan total ini. Tidak baik saling menyalahkan antar instansi. Yang jelas, agar kemacetan bisa teratasi, para pedagang tidak dikorbankan dan dapat direlokasi di tempat yang proporsional, nyaman dan aman. Namun jika tidak bisa, Pemerintah Kota Bekasi hendaknya melakukan evaluasi, mengganti pejabat-pejabat terkait yang jelas-jelas tidak bisa mengatasi kemacetan secara permanen, yang sebenarnya mudah diatasi secara bijak. Terimakasih.
(Nama dan alamat diketahui redaksi)
BERITA TERKAIT: