Petugas Blue Bird Main Kabur Aja Sih

Selasa, 02 November 2010, 02:48 WIB
Petugas Blue Bird Main Kabur Aja Sih
RMOL. Senin (25/10) lalu, Jakarta dilan­da hujan deras. Saya yang saat itu sedang berada di Plaza In­donesia (PI) untuk membeli ke­perluan kantor memutuskan pu­lang menggunakan jasa taksi Blue Bird yang disediakan PI. Pa­da pukul 20.47, saya meng­ham­piri lobi Starbucks PI dan saya lihat antrian taksi begitu panjang.

Mungkin ada sekitar 20 orang mengantri di depan saya. Tapi hal itu tidak membuat saya patah semangat. Karena toh saat itu, saya pikir taksinya akan dicarikan para pelayan taksi Blue Bird yang berjaga di lobi. Setengah jam saya menunggu, saya tidak me­lihat ada kemajuan yang berarti.

Memang antrian di depan saya berkurang, tapi itu dikarenakan banyak orang yang menyerah mengantri dan memutuskan men­cari taksi di tempat lain. Saya pun berinisiatif menelpon call center tak­si Blue Bird (021-79171234) dan meminta mereka mengarahkan armada taksinya ke arah PI.

Saat itu saya masih ber-positive thinking, minimnya armada taksi Blue Bird yang masuk ke PI dikarenakan hujan, sehingga Jakarta macet dan banjir di berbagai tempat. Sekitar 15 menit kemudian saya melihat banyak taksi Blue Bird yang lewat depan PI. Tapi mereka langsung meng­arah ke Grand Indonesia yang le­taknya tepat di depan PI. Saya bingung. Tapi saya tetap me­nung­gu sambil meyakinkan diri, beberapa waktu lagi, pasukan taksi Blue Bird itu akan masuk ke wilayah PI.

Harapan saya ternyata sia-sia. Karena memang setelah itu tak satu pun Blue Bird masuk ke PI. Saya tambah resah ketika melihat para pelayan toko PI sudah mulai berham­buran keluar untuk pulang. Dan lampu di lobi PI pun sudah mu­lai dimatikan.  Saya coba me­nanya­kan kepada pelayan ber­sera­gam Blue Bird tentang taksi yang ha­rus­nya mereka sediakan. Mereka hanya menjawab singkat, “Nggak tahu.”

Tentu ini membuat saya kesal. Saya minta mereka melihat pan­jang antrian dan saya suruh me­reka hitung berapa jumlah pe­rem­puan yang berdiri mengantri sedari satu setengah jam lalu. Saya meminta mereka nggak hanya berdiri di depan lobi. Saya minta mereka memberhentikan taksi dari depan trotoar PI.

Mereka mengatakan, sudah ada petugas yang melakukan hal itu, tapi memang taksinya yang tidak mau masuk PI. Walaupun kesal, saya mencoba percaya dengan apa yang mereka katakan. Tapi ketika pukul 23.00 tidak ada ada tanda-tanda taksi yang mun­cul dan PI benar-benar telah mematikan seluruh lampu di lobinya, saya kembali resah.

Saya harap pengalaman buruk ini bisa jadi pembelajaran bagi pihak taksi Blue Bird agar mem­perbaiki kualitas layanannya.

Adisti Daramutia, 08129083xxx

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA