Mungkin ada sekitar 20 orang mengantri di depan saya. Tapi hal itu tidak membuat saya patah semangat. Karena toh saat itu, saya pikir taksinya akan dicarikan para pelayan taksi Blue Bird yang berjaga di lobi. Setengah jam saya menunggu, saya tidak meÂlihat ada kemajuan yang berarti.
Memang antrian di depan saya berkurang, tapi itu dikarenakan banyak orang yang menyerah mengantri dan memutuskan menÂcari taksi di tempat lain. Saya pun berinisiatif menelpon call center takÂsi Blue Bird (021-79171234) dan meminta mereka mengarahkan armada taksinya ke arah PI.
Saat itu saya masih ber-
positive thinking, minimnya armada taksi Blue Bird yang masuk ke PI dikarenakan hujan, sehingga Jakarta macet dan banjir di berbagai tempat. Sekitar 15 menit kemudian saya melihat banyak taksi Blue Bird yang lewat depan PI. Tapi mereka langsung mengÂarah ke Grand Indonesia yang leÂtaknya tepat di depan PI. Saya bingung. Tapi saya tetap meÂnungÂgu sambil meyakinkan diri, beberapa waktu lagi, pasukan taksi Blue Bird itu akan masuk ke wilayah PI.
Harapan saya ternyata sia-sia. Karena memang setelah itu tak satu pun Blue Bird masuk ke PI. Saya tambah resah ketika melihat para pelayan toko PI sudah mulai berhamÂburan keluar untuk pulang. Dan lampu di lobi PI pun sudah muÂlai dimatikan. Saya coba meÂnanyaÂkan kepada pelayan berÂseraÂgam Blue Bird tentang taksi yang haÂrusÂnya mereka sediakan. Mereka hanya menjawab singkat, “Nggak tahu.â€
Tentu ini membuat saya kesal. Saya minta mereka melihat panÂjang antrian dan saya suruh meÂreka hitung berapa jumlah peÂremÂpuan yang berdiri mengantri sedari satu setengah jam lalu. Saya meminta mereka nggak hanya berdiri di depan lobi. Saya minta mereka memberhentikan taksi dari depan trotoar PI.
Mereka mengatakan, sudah ada petugas yang melakukan hal itu, tapi memang taksinya yang tidak mau masuk PI. Walaupun kesal, saya mencoba percaya dengan apa yang mereka katakan. Tapi ketika pukul 23.00 tidak ada ada tanda-tanda taksi yang munÂcul dan PI benar-benar telah mematikan seluruh lampu di lobinya, saya kembali resah.
Saya harap pengalaman buruk ini bisa jadi pembelajaran bagi pihak taksi Blue Bird agar memÂperbaiki kualitas layanannya.
Adisti Daramutia, 08129083xxx
BERITA TERKAIT: