Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 26 Agustus 2026, 10:13 WIB
Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU
KH Marsudi Syuhud (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Dinamika pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat menjelang Muktamar NU. Sejumlah nama disebut masuk dalam bursa calon, dengan persaingan yang dinilai dapat menjadi bagian dari proses demokrasi di internal organisasi.
HUT RMOL news

Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai munculnya sekitar sembilan kandidat menunjukkan tingginya antusiasme kader sekaligus dinamika yang sehat menjelang Muktamar.

Menurutnya, kompetisi seharusnya tidak sekadar memperbanyak kandidat, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji kualitas, integritas, serta kapasitas masing-masing calon.

“Banyaknya kandidat menandai bahwa perkembangan menjelang Muktamar sangat dinamis. Harapannya, terbuka ruang kompetisi yang sehat dengan mengedepankan kualitas calon,” ujar Yusak, dalam pernyataannya dikutip Rabu 26 Agustus 2026.

Yusak menilai tantangan NU ke depan semakin kompleks. Selain persoalan organisasi dan kehidupan sosial di dalam negeri, NU dituntut mampu merespons perubahan geopolitik dan ekonomi global yang berlangsung cepat.

Karena itu, menurut dia, Ketua Umum PBNU mendatang perlu memiliki kemampuan organisasi sekaligus jaringan dan pengalaman yang memadai di tingkat internasional.

Di antara nama-nama yang beredar, Yusak melihat KH Marsudi Syuhud memiliki karakter yang dapat menjadi keunggulan dalam kontestasi tersebut. Ia bahkan menilai Marsudi berpotensi menjadi kuda hitam dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

“Posisi Kiai Marsudi sangat lentur dan fleksibel. Beliau bisa masuk dan diterima di semua kelompok maupun faksi yang ada. Selain itu, kelebihan beliau adalah daya jangkau global karena jam terbang serta rekam jejaknya dalam diplomasi internasional yang sangat luas,” jelas Yusak.

Menurut Yusak, kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok menjadi salah satu modal penting dalam kontestasi di organisasi sebesar NU. Selain itu, pengalaman Marsudi dalam diplomasi internasional dinilai dapat menjadi nilai tambah untuk membawa NU menghadapi tantangan global.

Meski demikian, Yusak mengingatkan seluruh kandidat agar menjaga proses kompetisi hingga berlangsungnya forum resmi Muktamar. Dukungan yang muncul sejak awal, kata dia, sebaiknya tidak membuat kandidat maupun pendukungnya terburu-buru mengunci arah dukungan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga Muktamar dari praktik politik uang yang dapat mencederai proses demokrasi dan merusak kedaulatan pemilik suara, baik di tingkat PWNU maupun PCNU.

“Kompetisi harus dibangun berdasarkan integritas kandidat. Jangan sampai dinodai politik uang, karena itu justru akan merusak organisasi,” pungkasnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA