Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, mengatakan keberadaan ruang khusus untuk menyampaikan aspirasi maupun demonstrasi penting untuk menjamin kebebasan masyarakat.
“Bagus untuk menampung aspirasi warga,” kata Jimly lewat akun X miliknya, Senin, 17 Agustus 2026.
Namun, Jimly mengingatkan jumlah penduduk IKN diperkirakan masih relatif sedikit. Sementara itu, sebagian besar masyarakat masih berada di Jakarta, termasuk kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi kepada para pejabat negara.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu diantisipasi ketika pemindahan pusat pemerintahan ke IKN semakin berjalan.
“Jumlah penduduk IKN pasti sangat sedikit. Yang banyak tetap di Jakarta, tapi para pejabat yang harus mendengar sudah pindah,” ujarnya.
Karena itu, Jimly mengusulkan kompleks MPR/DPR di Senayan tetap menyediakan ruang khusus bagi masyarakat untuk melakukan demonstrasi setelah 2029.
“Mulai 2029 nanti kompleks MPR di Senayan perlu dibuka untuk pendemo agar tidak di jalanan,” tuturnya.
Jimly bahkan mengusulkan kawasan tersebut dikembangkan sebagai ruang publik yang menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Jadikan kompleks Graha Kebebasan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: