Berdasarkan pantauan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo yang mengenakan baju safari krem dan peci hitam tiba di Perumahan Puri Delta City Side, Batang, dan disambut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Sebelum memasuki tenda utama, Kepala Negara terlebih dahulu meninjau sejumlah rumah subsidi bergaya Scandinavian yang menjadi bagian dari proyek perumahan tersebut.
Di dalam area peresmian, tampak sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam laporannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa akad massal kali ini melibatkan 62.710 penerima manfaat rumah subsidi.
Sebanyak 200 debitur hadir langsung di Batang, sementara 62.510 lainnya mengikuti prosesi secara daring dari berbagai daerah.
"Jadi yang hadir di sini sebanyak 200 orang, Pak. Kalau seluruh 62.710 orang hadir, tentu harus menggunakan stadion yang jauh lebih besar," ujar Maruarar.
Maruarar juga memastikan seluruh data penerima telah melalui proses verifikasi secara rinci sebelum disampaikan kepada Presiden.
"Seluruh data penerima telah disiapkan oleh Pak Heru dan BP Tapera secara by name by address. Ada nama penerimanya, pekerjaannya, bank penyalurnya, besaran cicilannya, hingga tenor pinjamannya. Semua sudah diperiksa satu per satu oleh Bapak Seskab sebelum kami laporkan kepada Bapak Presiden," katanya.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Presiden Prabowo bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menko Infrastruktur AHY.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kamis, 30 Juli 2026. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Secara resmi menyatakan akan massal 62 unit KPR dimulai," ucap Presiden.
Akad massal di Batang merupakan pelaksanaan ketiga setelah kegiatan serupa digelar di Cileungsi, Bogor pada 29 September 2025 dan Serang, Banten pada 20 Desember 2025.
Hingga Juli 2026, sebanyak 107.410 masyarakat berpenghasilan rendah telah memperoleh manfaat pembiayaan FLPP.
Tingkat keterhunian rumah subsidi yang mencapai 93,35 persen menjadi indikator tingginya kebutuhan sekaligus efektivitas program pemerintah dalam mendorong kepemilikan rumah layak bagi masyarakat.
BERITA TERKAIT: