Begitu dikatakan akademisi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar merespon berjalannya pelatihan dasar militer pada calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan merah Putih.
Kata dia, meninggalnya 5 orang peserta pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah bukti nyata efek negatif militerisasi ruang sipil.
"Kami memandang militerisasi sipil telah berdampak signifikan terhadap terjadinya kekerasan terhadap warga sipil," kata Zainal dalam Launching Petisi dan Diskusi Publik bertajuk "Bahaya Remiliterisasi Bagi Demokrasi" di Jakarta, pada Rabu 29 Juli 2026.
Kata dia, hal penting yang harus dikuasai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah kecakapan manajemen dan keuangan.
Sehingga, sambungnya, program pelatihan berbudaya militer tidak seharusnya diberikan kepada pada calon manajer tersebut.
"Seharusnya kekuasaan tidak perlu mengagendakan pelatihan dasar kemiliteran dalam program tersebut, karena yang dibutuhkan adalah pelatihan manajemen, marketing, akuntansi, dan antikorupsi (anti-fraud)," bebernya.
Dia pun berharap pelatihan berbudaya militer pada masyarakat sipil seperti calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Pemerintah perlu menghentikan bentuk-bentuk pelatihan militer yang diperuntukkan bagi masyarakat sipil," tandasnya.
BERITA TERKAIT: