Meski demikian, pengamat politik Adi Prayitno meyakini tidak banyak partai politik yang memiliki keberanian untuk mengusung kandidat melawan Presiden Prabowo Subianto apabila kembali maju pada Pilpres 2029.
"Rasa-rasanya mereka (Parpol) tidak punya nyali untuk menghadapi Prabowo Subianto," ujarnya lewat kanal Youtube miliknya, Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, Prabowo hampir dapat dipastikan akan kembali maju pada Pilpres 2029 sebagai petahana.
Adi menilai kalkulasi politik partai-partai sangat rasional. Sebab, sebagai petahana, Prabowo dinilai memiliki modal politik yang sangat kuat untuk kembali memenangkan kontestasi.
"Apapun judulnya, Prabowo Subianto adalah petahana dan sangat mungkin atau relatif mudah memenangkan pertarungan," katanya.
Selain memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi, lanjut Adi, Prabowo juga didukung jejaring politik yang luas serta instrumen kekuatan politik dari tingkat pusat hingga daerah.
Karena itu, meskipun setiap partai memiliki hak untuk mengusung calon presiden sendiri, Adi memperkirakan sebagian besar akan memilih bersikap realistis.
"Kalkulasi politik mereka sederhana, untuk apa memajukan calon presiden sendiri kalau ujung-ujungnya diperkirakan akan kalah dari Prabowo," tuturnya.
Adi menambahkan, maju sebagai calon presiden bukan perkara mudah karena membutuhkan dukungan logistik, jaringan politik, dan kekuatan organisasi yang besar.
"Dalam konteks itu saya menduga, sekalipun partai politik peserta Pemilu 2029 memiliki tiket untuk mengajukan calon sendiri, mereka akan berpikir realistis dan memilih tidak memajukan calon presiden sendiri menghadapi Prabowo Subianto," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: