Sekretaris Eksekutif Garuda Institute Alexander Waas, mengatakan proyek ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendorong transformasi ekonomi Maluku.
Katanya, keberhasilan proyek tidak boleh hanya diukur dari nilai investasi dan produksi LNG, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, keterlibatan tenaga kerja lokal, pengusaha daerah, serta tumbuhnya industri pendukung di Maluku.
Dia mendorong percepatan pembangunan proyek dengan tata kelola yang baik, peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan vokasi dan sertifikasi, kebijakan afirmatif bagi pengusaha lokal dalam rantai pasok proyek, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.
"Blok Masela harus menjadi contoh bahwa proyek strategis nasional tidak hanya menghasilkan devisa bagi negara, tetapi juga menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat di wilayah operasi.," ujar Alexander dalam keterangan tertulis, Sabtu 18 Juli 2026.
Dia menekankan, masyarakat Maluku harus menjadi bagian dari rantai nilai pembangunan, bukan sekadar penonton di daerahnya sendiri.
"Garuda Institute optimistis Blok Masela akan menjadi fondasi penting bagi Indonesia yang mandiri energi dan berdaya saing global," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: