Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, setelah melewati enam periode kepemimpinan nasional, proyek tersebut baru memasuki tahap eksekusi pada era Presiden Prabowo Subianto.
"Pada hari ini tepat pada tanggal 16 Juli 2026 kita menandai babak baru proyek abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu sudah 6 Presiden, Prabowo Subianto lah yang bisa eksekusi hari ini," kata Bahlil di acara groundbreaking PSN LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis, 15 Juli 2026.
Bahlil menambahkan, percepatan pelaksanaan proyek merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo agar seluruh proyek migas segera ditindaklanjuti tanpa penundaan.
"Atas bimbingan, arahan Pak Presiden (Prabowo) untuk segera mengeksekusi dan memberikan penugasan atas seluruh konsesi perizinan migas yang sudah selesai PoD tapi tidak dilaksanakan segera dilakukan instruksi cepat," tegasnya.
Groundbreaking Blok Masela menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam mempercepat salah satu proyek migas terbesar di Tanah Air.
Selama ini, proyek yang dioperatori Inpex Corporation melalui Inpex Masela Ltd tersebut berulang kali mengalami penundaan akibat berbagai kendala, mulai dari perubahan skema pengembangan, revisi rencana pembangunan, hingga pergantian mitra investasi.
Siang ini, Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking LNG Abadi Masela secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta.
Blok Masela dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta memproduksi sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.
Selain diproyeksikan memberi kontribusi besar terhadap perekonomian nasional hingga 2055, proyek ini juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangannya.
BERITA TERKAIT: