Ketua Umum Peradi Profesional, Prof Harris Arthur Hedar mengatakan, secara keseluruhan Peradi Profesional telah menjalin kemitraan dengan 138 perguruan tinggi di tanah air.
"Kami ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Agama beserta Dirjen Pendidikan Islam dan Universitas Indonesia. Berkat kerja sama inilah Peradi Profesional dapat meraih penghargaan MURI," ujar Prof Harris dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia mengatakan, penghargaan bergengsi ini akan menjadi stimulus dan motivasi kuat bagi organisasi untuk terus mendongkrak kualitas para penegak hukum melalui penguatan sinergi dengan dunia pendidikan tinggi.
Sementara itu, Sekjen DPN Peradi Profesional, Yuhelson menegaskan kolaborasi lintas sektor adalah agenda utama organisasi sejak pertama kali berdiri. Namun yang menarik, rekor MURI tersebut dipecahkan dalam waktu yang relatif singkat.
"Dalam kurun waktu belum sampai enam bulan, Peradi Profesional sudah bisa menjalin kerja sama dengan lebih dari 111 perguruan tinggi (yang tercatat saat verifikasi awal). Ini menjadi sebuah catatan sejarah," ungkap Yuhelson.
Yuhelson menambahkan, Peradi Profesional lahir dengan semangat besar untuk mengembalikan kehormatan dan integritas profesi hukum yang belakangan kerap disorot.
"Kami ingin mengembalikan marwah profesi advokat. Karena itu kami menggandeng akademisi dan pemerintah. Tiga pilar inilah (akademisi, praktisi, pemerintah) yang akan menjadi tonggak sejarah untuk menegakkan keadilan," tegasnya.
Dari 138 perguruan tinggi yang telah bermitra dengan Peradi Profesional hingga saat ini, 108 di antaranya merupakan perguruan tinggi keagamaan di bawah naungan Kemenag. Kerja sama ini diwujudkan secara nyata lewat penyelenggaraan Pendidikan Profesi Advokat (PPA) yang berkualitas.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: