PB SEMMI:

Bangsa Jadi Besar karena Memiliki Pemimpin Berkualitas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Rabu, 01 Juli 2026, 06:55 WIB
Bangsa Jadi Besar karena Memiliki Pemimpin Berkualitas
Bendahara Umum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Achmad Donny. (Foto: Dok. SEMMI)
rmol news logo Indonesia tengah berada pada salah satu persimpangan sejarah yang paling menentukan. Kurang dari dua dekade, bangsa ini akan memasuki usia satu abad kemerdekaan

"Berbagai proyeksi optimistis menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia dengan bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, dan peluang besar dari transformasi digital," kata Bendahara Umum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Achmad Donny, dikutip Rabu 1 Juli 2026.

Namun, Donny mengingatkan bahwa sejarah mengajarkan tidak ada bangsa yang menjadi besar hanya karena memiliki penduduk yang banyak atau kekayaan alam yang melimpah. 

"Bangsa menjadi besar karena memiliki kualitas kepemimpinan, tradisi intelektual, dan kemampuan menentukan arah pembangunannya sendiri," kata Donny.

Di tengah berbagai capaian pembangunan, Indonesia disebut Donny masih menghadapi persoalan yang tidak sederhana. 

"Ketimpangan ekonomi masih terjadi, daya saing sumber daya manusia belum merata, kapasitas riset dan inovasi masih tertinggal, sementara ruang publik semakin dipenuhi polarisasi, disinformasi, dan pragmatisme politik," kata Donny.

Pada saat yang sama, Donny menjelaskan, revolusi kecerdasan buatan, persaingan geopolitik, perubahan iklim, dan perebutan penguasaan teknologi telah mengubah wajah dunia secara fundamental.

Karena itu, pertanyaan yang perlu dijawab bukan lagi apakah Indonesia akan maju, tetapi apakah Indonesia mampu maju dengan kekuatannya sendiri. 

"Di sinilah gagasan berdikari menemukan maknanya yang paling relevan," kata Donny.

Donny melanjutkan, menuju Indonesia Emas 2045, bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila dipimpin oleh generasi yang memiliki kualitas intelektual dan integritas moral. 

"Sebaliknya, tanpa kepemimpinan yang visioner, bonus demografi justru dapat berubah menjadi beban pembangunan," pungkas Donny. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA