Berdasarkan pantauan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, kehadiran kepala negara disambut antusias sekitar 2.600 guru besar, rektor, peneliti, dan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya menyatukan seluruh potensi bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.
"Semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia," tegasnya.
Untuk itu, Prabowo menyerukan agar kampus tetap menjadi ruang kebebasan akademik yang produktif untuk melahirkan solusi bagi bangsa.
"Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Di situ disebut bahwa kampus punya academic freedom, academic freedom, kebebasan akademis, bukan kebebasan yang lain-lain," kata Presiden.
Prabowo menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan para peserta sarasehan, mulai dari usulan beasiswa doktor bagi dosen hingga penguatan riset dan inovasi nasional.
Kepala Negara memastikan seluruh rekomendasi yang masuk akan dipelajari dan ditindaklanjuti pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia di bidang sains, teknologi, dan industri.
"Kemudian usul-usul lain tentang kerja sama dengan institusi luar negeri, melibatkan kampus-kampus universitas di semua bidang dan di semua daerah, saya kira ini benar, nanti kita akan ke arah situ semua. Kemudian ini banyak sekali, nanti kita akan selesaikan semua," pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: