Purbaya menegaskan gejolak tersebut bukan cerminan rapuhnya ekonomi nasional, melainkan lebih sebagai tekanan psikologis pasar yang bersifat sementara.
“Nggak apa-apa nanti kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentiment yang agak pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan perkembangan ekonomi tidak terganggu,” ujar Purbaya kepada wartawan usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam penyerahan kunci pesawat Rafale dan sejumlah alutsista di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, salah satunya dengan memperkuat intervensi di pasar obligasi mulai hari ini.
“Nanti kita juga akan masuk ke bond market, mulai hari ini. Himbara juga sudah masuk tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi,” kata dia.
Langkah itu ditujukan agar pasar obligasi tetap terkendali sehingga investor asing tidak tergesa-gesa menarik dana mereka akibat kekhawatiran capital loss karena penurunan harga obligasi.
“Sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi nggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: