Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional yang stagnan di kisaran 5 persen sebenarnya masih dapat didorong melalui peningkatan investasi. Namun, persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan dinilai masih menjadi hambatan utama.
“Sekarang ada masalah struktural, masalah daya saing, dan masalah institusi ekonomi nasional. Sampai sekarang investasi asing enggan masuk ke Indonesia,” ujar Prof. Didik J. Rachbini kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 18 Mei 2026.
Rektor Universitas Paramadina itu menilai capaian investasi asing Indonesia masih tertinggal dibanding sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
“Secara relatif dibandingkan negara lain, Indonesia kalah telak. Investasi asing yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 1,8 persen terhadap PDB (produk domestik bruto), sehingga masuk kategori tidak memadai,” tuturnya.
Pendiri Institute for Development of Economics and Finance atau INDEF tersebut kemudian membandingkan capaian investasi asing Indonesia dengan beberapa negara tetangga.
“Investasi asing yang masuk ke Vietnam mencapai 4,2 persen, Malaysia 3,7 persen, dan Singapura 27,8 persen,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: