BI Diminta Lebih Percaya Diri Hadapi Tekanan Rupiah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Senin, 18 Mei 2026, 13:19 WIB
BI Diminta Lebih Percaya Diri Hadapi Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI, Muhammad Kholid (tangkapan layar dari TVR Parlemen)
rmol news logo Otoritas ekonomi diminta lebih percaya diri dalam menghadapi tekanan nilai tukar rupiah dan tidak membiarkan pasar terjebak pada trauma krisis 1998.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Kholid, menilai pengelolaan ekspektasi pasar kini menjadi faktor penting, bukan hanya kebijakan moneter semata.

“Otoritas harus confident bahwa kondisi hari ini tidak sama dengan tahun 98. Harus loud and clear, konsisten,” kata Kholid dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senin, 18 Mei 2026.

Menurutnya, pasar saat ini bergerak berdasarkan ekspektasi masa depan. Karena itu, komunikasi yang solid antarotoritas menjadi penting agar tidak muncul persepsi krisis seperti 1998.

“Kita mengalami anchoring bias, jadi ada trauma pada tahun 1998. Itu harus dimitigasi,” ujarnya.

Ia meminta seluruh otoritas dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS tampil kompak untuk memberi sinyal positif kepada investor.

“Confidence level-nya harus dinaikkan sehingga market percaya dengan otoritas dalam membuat policy,” katanya.

Kholid juga mengingatkan Indonesia telah melewati berbagai krisis besar, mulai 1998, krisis global 2008, taper tantrum 2013, hingga pandemi Covid-19.

“Kita bisa melewati itu. Jadi optimisme harus dibangun dengan baik,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah tekanan rupiah terhadap dolar AS. Pada perdagangan Senin pagi, rupiah sempat menyentuh level Rp17.660 per dolar AS.rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA