Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, membeberkan instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto agar keselamatan jemaah haji Indonesia menjadi fokus utama.
"Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut,” kata Irfan dalam dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4).
Lebih lanjut, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada aspek pengamanan secara menyeluruh.
Tidak hanya saat jemaah berada di Tanah Suci, tetapi juga selama proses perjalanan hingga distribusi logistik yang menopang kebutuhan ibadah.
“Fokus pada keamanan jemaah di Arab Saudi, keamanan selama perjalanan ke/dari Arab Saudi, serta keamanan logistik selama melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada ketegangan kawasan, terutama dinamika hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, pemerintah memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai jadwal.
Koordinasi lintas kementerian hingga otoritas Arab Saudi disebut terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai kemungkinan.
“Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal,” ucapnya.
BERITA TERKAIT: