Ketiganya adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Sedangkan lima prajurit yang mengalami luka-luka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.
Menurut Sodik, prajurit yang gugur saat menjaga perdamaian dunia, membela negara, mempertahankan kehormatan bangsa dianggap mati syahid. Sehingga kedudukannya sangat mulia dan Allah sudah menjanjikan surga sebagai balasannya.
“Pengorbanan mereka menjadi teladan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia,” kata Sodik melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Sebagai bentuk kepedulian kepada prajurit yang gugur, Baznas turut meringankan beban keluarga almarhum sebagai wujud solidaritas dan penghormatan atas jasa-jasa beliau.
“Semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” kata Sodik.
BERITA TERKAIT: