Dalam pernyataannya, Dino menyinggung kembali prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pegangan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Iran merupakan negara sahabat Indonesia selama bertahun-tahun.
“Iran adalah negara sahabat Indonesia. Kita sama-sama anggota Non-Blok, OKI, D8, G77, BRICS. Kita sering berbeda pandangan dan posisi dengan Iran, sistem politik dan ideologi juga berbeda, namun Indonesia dan Iran tidak pernah cekcok,” ujarnya lewat akun X, Rabu, 4 Maret 2026.
Dino menegaskan, meski Iran memiliki sejumlah musuh, negara tersebut tidak pernah meminta Indonesia untuk memusuhi pihak-pihak tersebut. Hubungan bilateral selama ini, kata dia, berfokus pada kerja sama, persahabatan, dan saling menghormati.
Namun ia menyayangkan sikap pemerintah yang tidak menyampaikan ucapan belasungkawa secara resmi ketika Ayatollah Khamenei dan sejumlah tokoh lainnya tewas terbunuh.
“Sebagaimana lazimnya jika pemimpin negara sahabat meninggal, biasanya ada pernyataan belasungkawa. Ini kelupaan atau sengaja? Kalau sengaja, yang kita takutkan apa? Apakah yakin kita masih bebas aktif?” tegasnya.
Menurut Dino, sikap yang terkesan dingin tersebut bisa berdampak pada persepsi Iran terhadap Indonesia. Ia menilai, tidak mengherankan jika Menteri Luar Negeri Iran kemudian menolak secara halus tawaran mediasi dari Indonesia.
“Mungkin mereka menyangsikan motivasi Indonesia. Something to think about,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: