Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Sabtu, 21 Februari 2026, 03:25 WIB
Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)
rmol news logo Tidak hanya teror penculikan hingga ancaman untuk dibunuh, Ketua BEM Tiyo Ardianto juga mengalami pembunuhan karakter yang disebarkan melalui media sosial.

Teror tersebut diterima Tiyo usai dirinya aktif mengkritisi kebijakan pemerintah, salah satunya terkait Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada serangan karakter juga di media-media sosial. Saya mencatat ada empat. Dan saya rasa semua berangkat dari satu hal. Mereka berusaha mencari aib saya saran personal. Tetapi mohon maaf, kemudian gagal. Sehingga yang terjadi adalah mengarang aib,” kata Tiyo dalam podcast Madilog bersama Indra J Piliang dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat malam, 20 Februari 2026. 

Ia menyebut tuduhan pertama yang dihembuskan adalah soal LGBT.

“Mereka menyebarkan isu bahwa Ketua BEM UGM itu LGBT. Mereka menyebarkan isu itu, yang saya tahu mungkin karena mereka gagal menemukan siapa pacar saya. Persoalannya memang kita ini lagi berkomitmen untuk tidak pacaran. Tapi mohon maaf. jangan karena kita tidak punya pacar perempuan, terus dikira kita suka laki-laki,” ungkapnya.

Lantas tuduhan kedua, lanjut Tiyo ialah soal beredarnya foto hasil editan Artificial Intelligence dirinya bersama LC (pemandu lagu di tempat karaoke).

“Ada foto kami yang di-generate by Artificial Intelligence menjadi seseorang muda bersama seorang perempuan sambil megang mic. Tulisannya ‘Tiyo suka nyewa LC'. Ini bagi saya juga menggelikan. Kalau yang awal tadi LGBT menjijikkan. Karena saya ini anak desa yang bahkan tidak paham dunia itu,” jelasnya.

Sambung dia, tuduhan ketiga ialah menilap uang. Tuduhan ini sangat mudah dijawabnya selaku Ketua BEM UGM.

“Kalau saya nilep uang, saya sudah lama itu diberhentikan (sebagai Ketua BEM UGM). Jadi tidak ada itu nilep-nilep uang,” tegasnya.

Masih kata Tiyo, tuduhan keempat terkait dengan nuansa politis. Ia dituduh sebagai ‘Anak Abah’ pendukung Anies Baswedan lantaran pernah foto bersama dengan Capres 2024 tersebut.

“Karena memang ada foto saya bersama Mas Anies Baswedan. Tapi harap dipahami, hubungan saya sama Mas Anies Baswedan bukan hubungan politik, tapi hubungan keluarga sebagai alumni (UGM),  karena kami pernah datang reuni alumni pimpinan BEM UGM. Dan Mas Anies datang sebagai Ketua Senat Mahasiswa tahun 1992. Dan itu forum terbuka untuk seluruh alumni BEM UGM,” pungkasnya. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA