Pencekalan dilakukan dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel tahun anggaran 2024 atau saat Bahtiar duduk sebagai Penjabat Gubernur Sulsel.
"Enam nama yang kami ajukan untuk melakukan pencekalan ke luar negeri yakni, pertama Saudara BB (54), mantan Pj Gubernur Sulsel. Kedua, AS (51), pekerjaan PNS pada Pemprov Sulsel," kata Kepala Kejati Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi saat jumpa pers di Kantor Kejati Sulsel, Selasa, 30 Desember 2025.
Lalu berapa harta kekayaan Bahtiar Baharuddin?
Harta kekayaan Bahtiar Baharuddin tercatat mencapai Rp6.280.129.479 atau Rp6.28 miliar. Angka itu tertuang dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2024 yang disampaikan ke KPK pada 17 Maret 2025 dan telah dinyatakan lengkap secara administratif
Berdasarkan dokumen LHKPN yang dilihat
RMOL hari ini, Rabu, 7 Januari 2026, porsi terbesar kekayaan Bahtiar berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp5,44 miliar. Seluruh properti tersebut berada di Kota Depok, Jawa Barat, dengan total 11 bidang tanah dan bangunan yang seluruhnya dilaporkan sebagai hasil sendiri
Selain properti, Bahtiar yang pernah menjabat Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri juga melaporkan kepemilikan satu unit sepeda motor Vespa Sprint IGET 150 ABS tahun 2020 senilai Rp30 juta. Ia turut mencantumkan harta bergerak lainnya sebesar Rp165 juta serta kas dan setara kas mencapai Rp640,4 juta, tanpa kepemilikan surat berharga maupun harta lainnya dan utang.
Dan jika dilihat secara tahunan, kekayaan Bahtiar cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun meski sempat berfluktuasi. Dari data LHKPN 2023, harta Bahtiar tercatat sebesar Rp4.389.739.908. Tahun 2022 melonjak menjadi Rp6.032.778.769, sementara pada 2021 di angka Rp5.005.254.658.
Sebelumnya, kekayaan Bahtiar tercatat Rp3.605.989.190 pada 2020, Rp2.543.314.572 pada 2019, Rp1.322.846.913 pada 2018, Rp1.139.310.081 pada 2017, dan Rp1.112.687.000 pada 2016.
BERITA TERKAIT: