“Revitalisasi sekolah ini tidak berhenti pada pembangunan fisik. Setiap aktivitas pembangunan kami dorong agar sekolah melibatkan masyarakat sekitar, mulai dari tenaga kerja lokal, penyedia bahan bangunan, hingga UMKM setempat," kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, Selasa, 11 November 2025.
Program tersebut diharapkan bisa berdampak langsung terasa bagi ekonomi setempat. Program ini juga dijalankan dengan prinsip swakelola dan gotong royong sebagaimana arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti.
“Pak Menteri selalu mengingatkan revitalisasi harus dilakukan dengan semangat swakelola. Sekolah dan masyarakat menjadi pelaku utama, bukan sekadar penerima hasil. Dengan begitu, ada rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dan rasa saling memiliki,” jelas Wamen.
Menurut Wamen Fajar, pendekatan swakelola ini juga merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat, serta mencerminkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan pendidikan sebagai gerakan gotong royong semua anak bangsa.
Selain revitalisasi fisik, Wamen Fajar menyebut bahwa pemerintah juga mendorong transformasi digital dengan distribusi 288 ribu Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
“Anak-anak di pulau terpencil kini bisa belajar dengan teknologi yang sama seperti di kota besar. Ini wujud nyata dari pendidikan yang berkeadilan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: