Menurut Khoirudin, ini merupakan momentum penting bagi Jakarta, untuk menunjukkan komitmennya dalam ikut serta menangani masalah lingkungan.
"Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia, Gas Rumah Kaca (SPEI-GRK) telah berhasil diperoleh oleh Transjakarta, yang menjadi contoh bagi seluruh provinsi di Indonesia," ujar Khoirudin di halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu 1 Januari 2025.
Ia juga mengapresiasi kinerja Direktur Utama Transjakarta, Welfizon, beserta jajaran Transjakarta, yang telah berusaha keras mengimplementasikan penggunaan bus listrik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
DPRD DKI Jakarta mendukung upaya ini dengan mengajak Transjakarta dan MRT untuk berkolaborasi dengan Millennium Challenge Corporation (MCC) di Washington DC, Amerika Serikat.
Sebab, lanjut Khoirudin, pada Juni 2024 lalu, MCC telah memberikan pembiayaan kreatif, untuk program pengurangan emisi.
"Kami mendukung penuh langkah eksekutif ini, dan ini menunjukkan bukti nyata komitmen kami dalam mendukung program pengurangan emisi gas rumah kaca," tegas Khoirudin.
Lebih lanjut, ia berharap upaya ini dapat menginspirasi BUMD lainnya untuk melakukan hal serupa. Khoirudin juga menekankan pentingnya pengalihan transportasi publik ke bus listrik, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu percaya langkah ini akan membawa Jakarta menuju posisi yang lebih baik, dalam indeks kota global, khususnya dalam hal isu-isu lingkungan.
"Dengan langkah-langkah seperti ini, Jakarta akan semakin menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global dan kota bisnis," tandas Khoirudin.
BERITA TERKAIT: