Ketua DPRD DKI Khoirudin memimpin rapat itu didampingi Wakil Ketua Ima Mahdiah dan Basri Baco. Hadir pula Ketua Komisi A Inggard Joshua.
Khoirudin meminta Syafrin menyiapkan strategi khusus menghadapi hambatan birokrasi. Terutama terkait masalah ego sektoral di tingkat Suku Dinas (Sudin) di Jakarta Selatan.
“Bagaimana cara Pak Syafrin menangani paradoks tadi di tengah kenyataan ego sektoral masing-masing Sudin?” tanya Khoirudin.
Apalagi wilayah Jakarta Selatan mencakup 10 kecamatan dan 67 kelurahan. Butuh ketegasan memimpin ribuan ASN.
“Saya ingin Pak Syafrin punya kemampuan pengendalian yang baik agar semua bekerja maksimal,” imbuh Khoirudin.
Sementara itu, Inggard Jhosua menegaskan, memimpin sebuah wilayah sangat berbeda dengan memimpin dinas teknis.
“Kalau kemarin Pak Syafrin sebagai kepala dinas, sekarang Pak Syafrin yang mengorganisir di wilayah, mampu enggak? Walaupun dengan bobot dan kualitas Pak Syafrin saya lihat cukup solid, tapi bapak belum pernah menjadi pamong, kan?” ujar Inggard.
Menurut Inggard, menjadi seorang pamong memerlukan pendekatan khusus. Tidak bisa menyelesaikan masalah secara teori akademis maupun gelar pendidikan tinggi.
“Kadang kita harus keras, kadang kita harus lunak. Ini mohon menjadi pola pikir yang baik ke depan,” pungkas Inggard.
Menanggapi hal itu, Syafrin Liputo menyatakan siap menyelesaikan sejumlah permasalahan di Jakarta Selatan.
"Harus ada koordinasi dan kolaborasi dalam pemecahannya,” kata Syafrin.
BERITA TERKAIT: