Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Wapres Wakili Jokowi Serahkan Sapi Qurban di Istiqlal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 17 Juni 2024, 08:44 WIB
Wapres Wakili Jokowi Serahkan Sapi Qurban di Istiqlal
Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara simbolis menyerahkan hewan qurban Presiden Joko Widodo dan hewan qurban miliknya, ke Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, di Jakarta Pusat, Senin pagiĀ (17/6)/RMOL
rmol news logo Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin secara resmi mewakili Presiden Joko Widodo menyerahkan hewan kurban berupa sapi, ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Senin pagi (17/6).

Ma'ruf Amin secara simbolis menyerahkan sapi jenis simental berwarna coklat milik Jokowi, ke Imam Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar, sekaligus menyerahkan hewan qurbannya berupa sapi limosin warna coklat tua.

"Wakil Presiden Republik Indonesia menyerahkan hewan qurban Bapak Presiden Republik Indonesia dan keluarga, beserta hewan qurban Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia dan keluarga kepada Bapak Imam Besar Masjid Istiqlal, dan selanjutnya diserahkan kepada panitia qurban Masjid Istiqlal," ujar pembawa acara panitia Iduladha 1443 Hijriyah Masjid Istiqlal, di Pintu VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Ma'ruf Amin menyampaikan makna dari ibadah kurban yang merupakan sunnah Nabi Ibrahim AS. Di mana menurutnya, Hari Raya Iduladha yang dikenal sebagai lebaran qurban bukan sekadar seremoni menyembelih hewan qurban.

"Kalau mau dekat sama Allah, kita harus berkurban. Menyembelih kurban itu simbol saja. Namun dalam arti luas bukan hanya menyembelih hewan qurban, tetapi memberikan sesuatu kepada kepentingan banyak orang," ujar dia.

Makna yang lebih luas lagi, dari pandangan Ma'ruf Amin, lebaran kurban juga harus dijadikan sarana kontemplasi terhadap perjuangan para pejuang bangsa Indonesia yang menjadikan nusantara sebagai suatu negara.

"Dan negeri ini merdeka karkarena ada pejuang yg mau berkurban. Kalau enggak ada mereka, kita enggak merdeka," demikian mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menambahkan. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA